Sepuluh Stasiun Kereta Api Jarak Jauh Layani 23,16 Juta Pelanggan

  • 09 Jul 2026 01:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatat sebanyak 23.156.353 pelanggan kereta api jarak jauh sepanjang Semester I 2026.
  • Stasiun Pasar Senen menempati posisi teratas dengan melayani pergerakan sebanyak 3.849.606 pelanggan.
  • Manajemen terus berupaya meningkatkan fasilitas stasiun untuk mengoptimalkan kenyamanan perjalanan para pengguna jasa.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 23.156.353 pelanggan kereta api jarak jauh (KAJJ) sepanjang Semester I 2026. Seluruh pergerakan penumpang tersebut terakumulasi dari sepuluh stasiun besar dengan tingkat aktivitas perjalanan yang tinggi.

Stasiun Pasar Senen menempati peringkat pertama dengan kontribusi sebesar 3.849.606 pelanggan yang melakukan perjalanan. Sementara itu, posisi kedua diduduki oleh Stasiun Gambir yang melayani sebanyak 3.227.508 pengguna jasa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan rincian data pergerakan seluruh penumpang kereta api. Rilis resmi mengenai data pergerakan penumpang tersebut diterbitkan pada hari Rabu, 8 Juli 2026.

"Stasiun dengan pergerakan tertinggi umumnya berada di kota yang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata. Setiap pelanggan yang tiba dan berangkat dari stasiun ikut menggerakkan banyak aktivitas di sekitarnya, mulai dari transportasi lanjutan, kuliner, penginapan, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha lokal," ujarnya.

Stasiun Yogyakarta menempati urutan ketiga dengan melayani sebanyak 3.217.240 pergerakan penumpang naik maupun turun. Sementara itu, Stasiun Semarang Tawang mencatatkan total pergerakan sebanyak 2.152.894 pelanggan di Jawa Tengah.

Stasiun Surabaya Gubeng menyusul pada posisi kelima dengan melayani 1.904.845 pengguna jasa kereta api. Selanjutnya, Stasiun Purwokerto di Jawa Tengah melayani naik dan turun sebanyak 1.839.475 orang pelanggan.

Peringkat ketujuh ditempati oleh Stasiun Surabaya Pasarturi yang berhasil mencatatkan angka sebesar 1.823.529 pelanggan. Kemudian, Stasiun Semarang Poncol menyusul di urutan kedelapan dengan melayani perjalanan sebanyak 1.740.518 pelanggan.

Stasiun Solo Balapan berada pada urutan kesembilan dengan melayani pergerakan sebanyak 1.706.290 orang pelanggan. Posisi sepuluh besar ditutup oleh Stasiun Bandung yang mencatatkan pergerakan sebanyak 1.694.448 orang penumpang.

Ia menambahkan bahwa pergerakan tinggi para pelanggan kereta api menjadi masukan penting bagi evaluasi pelayanan. Peningkatan kualitas pelayanan stasiun terus diupayakan guna mengantisipasi lonjakan jumlah pengguna jasa pada masa mendatang.

"Data ini menjadi bahan evaluasi bagi KAI untuk terus melakukan penataan stasiun, baik dari sisi alur pelanggan, ruang tunggu, informasi perjalanan, kebersihan, keamanan, akses integrasi, maupun kesiapan petugas. Tujuannya agar pelanggan merasa semakin nyaman sejak tiba di stasiun, menunggu keberangkatan, hingga melanjutkan perjalanan di kota tujuan," katanya.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memberikan pandangan mengenai dampak ekonomi di sekitar stasiun. Kebutuhan fasilitas penunjang terus dipenuhi demi meningkatkan kenyamanan seluruh pengguna jasa selama berada di stasiun.

"KAI melihat stasiun sebagai ruang mobilitas yang terhubung langsung dengan kehidupan kota. Karena itu, penataan stasiun perlu terus dilakukan agar layanan kepada pelanggan semakin baik, sekaligus memberi manfaat bagi pariwisata, ekonomi lokal, dan masyarakat sekitar," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....