KAI Angkut 324.579 Ton Hasil Perkebunan pada Semester I 2026

  • 08 Jul 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengangkut sebanyak 324.579 ton komoditas perkebunan selama Semester I 2026.
  • Komoditas crude palm oil dan produk turunannya mendominasi total angkutan logistik perkebunan tersebut.
  • Penggunaan transportasi berbasis rel mengurangi kepadatan jalan raya serta menghemat energi pengiriman barang.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut sebanyak 324.579 ton hasil perkebunan selama Semester I 2026. Angka tersebut tumbuh sebesar 17,83 persen atau naik sebanyak 49.104 ton dibandingkan Semester I 2025.

Sebagian besar muatan didominasi oleh crude palm oil (CPO) dan juga berbagai produk turunan kelapa sawit. Komoditas ini memiliki peran penting untuk mendukung rantai pasok industri global serta program energi nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan perkembangan logistik komoditas perkebunan di Indonesia. Informasi resmi mengenai peningkatan volume angkutan ini dirilis di Jakarta pada hari Rabu, 8 Juli 2026.

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar Anne.

Ia kemudian menerangkan relevansi penting dari distribusi komoditas perkebunan dengan penguatan hilirisasi industri nasional. Jalur logistik berbasis rel di wilayah Sumatra berperan penting menghubungkan kawasan perkebunan dengan pelabuhan.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata Anne.

Pergerakan komoditas perkebunan tersebut juga turut menyokong kesinambungan pasokan bahan baku industri secara nasional. Kereta api memiliki keunggulan keberlanjutan lingkungan karena mampu mengangkut kargo bervolume besar secara sekaligus.

Model angkutan massal ini membantu mengurangi beban jalan raya akibat kendaraan berat yang melintas. Layanan ini mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar minyak untuk pengiriman barang bervolume sangat tinggi.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memberikan penjelasan tentang penguatan layanan logistik. Sistem konektivitas kereta api yang kuat diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia di pasar dunia.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....