Kementerian Ekraf Dorong Ekosistem Aplikasi Digital lewat IN-APPS 2026

  • 08 Jul 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekraf bersama Sinar Mas Land, ASPILUKI, dan PT Kaya Indonesia meluncurkan IN-APPS 2026.
  • Mengusung tema “Application as the New Engine of Creative Economy Growth.”, IN-APPS 2026 Mankato forum nasional pertama yang berfokus pada subsektor aplikasi digital.
  • Menteri Ekraf menegaskan aplikasi digital merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

RRI.CO.ID, Tangerang - Pemerintah mulai mempersiapkan penyelenggaraan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 sebagai forum nasional yang berfokus pada pengembangan industri aplikasi digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, pengembang aplikasi, investor, hingga akademisi dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Soft launching IN-APPS 2026 digelar di Sinar Mas Land Experience Center, BSD City, Tangerang, Rabu, 8 Juli 2026. Peluncuran ini hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Sinar Mas Land, ASPILUKI, dan PT Kaya Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan perkembangan aplikasi digital telah melampaui fungsi sebagai produk teknologi. Bahkan, kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif.

Menurut dia, penyelenggaraan IN-APPS 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi pemerintah, industri, dan talenta digital. Sehingga, Indonesia memiliki lebih banyak aplikasi yang mampu bersaing di pasar global.

Forum yang akan berlangsung pada 16-17 September 2026 di ICE BSD City itu mengusung tema "Application as the New Engine of Creative Economy Growth". Agenda tersebut akan menghadirkan konferensi, pameran, dan forum bisnis yang mempertemukan pengembang aplikasi dengan investor serta pengambil kebijakan.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menilai penguatan industri aplikasi membutuhkan dukungan lintas sektor. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia, model bisnis, hingga akses pembiayaan.

Sementara, Ketua Umum ASPILUKI, Djarot Subiantoro, berharap penyelenggaraan IN-APPS dapat menjadi sarana bagi pengembang aplikasi nasional untuk memperluas kolaborasi dan jejaring bisnis, termasuk dengan mitra internasional.

"ASPILUKI berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan IN-APPS 2026 sebagai wadah strategis bagi pengembang aplikasi Tanah Air untuk berkolaborasi dan berbagi wawasan," ujarnya.

Penyelenggara mencatat sekitar 50 perwakilan kementerian, pemerintah daerah, perusahaan teknologi, startup, investor, akademisi, dan media menghadiri peluncuran awal tersebut. Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan industri aplikasi digital nasional.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Application Summit 2026, pemerintah bersama para pemangku kepentingan berharap ekosistem aplikasi digital nasional semakin kuat. Serta, mampu mendorong lahirnya inovasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....