Said Iqbal Pastikan Isu PHK Massal Tokopedia Tidak Benar
- 08 Jul 2026 18:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Informasi pemberhentian massal tersebut dipastikan murni kesalahpahaman data di media sosial.
- Said Iqbal memastikan isu PHK massal 90% karyawan Tokopedia pasca-akuisisi TikTok tidak benar.
- Kemenaker telah berkoordinasi dengan manajemen untuk memverifikasi data operasional riil di lapangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal memberikan klarifikasi isu pemutusan hubungan kerja di Tokopedia. Isu yang beredar mengenai PHK massal hingga sembilan puluh persen karyawan setelah akuisisi oleh TikTok dipastikan tidak benar.
Manajemen perusahaan dilaporkan tidak melakukan pemecatan sepihak secara besar-besaran terhadap para pekerja digital tersebut. Langkah yang sebenarnya terjadi di lapangan adalah program penataan ulang struktur organisasi internal perusahaan.
Said Iqbal mengatakan Pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna memverifikasi kondisi riil operasional mereka. Berdasarkan data resmi yang dihimpun, angka pemecatan yang diisukan di media sosial sangat jauh dari kenyataan.
Pihak manajemen TikTok dan Tokopedia juga telah memberikan penjelasan resmi secara transparan kepada jajaran kementerian terkait. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas industri digital nasional dan mencegah kepanikan publik yang meluas.
Said Iqbal menegaskan bahwa informasi mengenai pemberhentian massal tersebut merupakan kesalahpahaman data di masyarakat. "Kami sudah memanggil manajemen dan memastikan tidak ada PHK massal seperti isu yang berkembang di media sosial," ujarnya seperti dilansir dari Youtube RRI Pro3, Rabu, 8 Juli 2026.
Pekerja yang terdampak penataan ini diberikan hak memilih untuk melanjutkan karier mereka atau mengambil keputusan lain. Perusahaan juga berkomitmen untuk tetap mematuhi seluruh koridor regulasi ketat ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.
Setiap hak kompensasi bagi karyawan yang tidak melanjutkan masa bakti dipastikan akan dibayarkan secara penuh tanpa potongan. Proses transisi manajemen baru ini diklaim berjalan kondusif dengan pengawasan ketat dari otoritas ketenagakerjaan pusat.
Pemerintah berharap klarifikasi ini dapat menenangkan iklim investasi sektor ekonomi digital di tanah air. "Perusahaan harus mengedepankan dialog terbuka agar tidak memicu kegaduhan yang merugikan ekosistem ketenagakerjaan kita," pungkas Said Iqbal menegaskan komitmennya.
Video wawancara selengkapnya mengenai isu ketenagakerjaan ini dapat Anda saksikan melalui tautan Said Iqbal Bongkar Fakta Isu PHK Tokopedia, yang menyajikan diskusi mendalam bersama Pro 3 RRI mengenai perlindungan hak pekerja digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....