KRL Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan Semester I 2026
- 08 Jul 2026 01:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat rute Bogor Line melayani sebanyak 78,08 juta pelanggan pada Semester I tahun 2026.
- Stasiun Bogor menjadi stasiun tersibuk dengan membukukan total pergerakan pengguna jasa mencapai 18,45 juta orang.
- KAI mengembangkan kapasitas peron jalur enam, tujuh, dan delapan Stasiun Bogor guna mendukung operasional rangkaian SF12.
RRI.CO.ID, Bogor - Lintasan KRL Commuter Line Bogor Line melayani sebanyak 78.077.679 pelanggan sepanjang Semester I tahun 2026. Jumlah pergerakan pengguna jasa tersebut menunjukkan tingkat mobilitas transportasi publik yang sangat tinggi di kawasan penyangga.
Perjalanan penumpang lintas ini tercatat terus meningkat secara konsisten sejak tahun 2022 hingga tahun 2025 lalu. Volume pengguna rute Bogor tercatat sebanyak 155.009.997 orang sepanjang 12 bulan pada periode tahun kemarin.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan pergerakan komuter sangat tinggi. Jumlah pelanggan Bogor Line tercatat sebanyak 145.920.264 orang sepanjang periode 12 bulan tahun 2024.
“Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada Semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal,” ujar Anne.
Sementara itu, Stasiun Bogor menjadi simpul utama pergerakan penumpang dengan catatan sebesar 18.451.462 pergerakan orang. Rata-rata pergerakan penumpang harian di stasiun terpadat tersebut mencapai sekitar 101.942 orang setiap harinya.
Volume pergerakan tersebut meliputi pintu masuk sebanyak 9.371.057 orang dan pintu keluar sebanyak 9.080.405 orang. Stasiun Tanah Abang menempati posisi kedua dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai sebanyak 17.291.480 orang.
Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Sudirman dengan mencatatkan pergerakan sebanyak 13.078.339 orang sepanjang semester pertama. Selanjutnya Stasiun Citayam melayani 11.465.614 pergerakan sedangkan Stasiun Bekasi mencatat sebanyak 11.425.878 pergerakan pelanggan.
KAI menyiapkan berbagai upaya peningkatan kapasitas layanan kereta api, seperti yang disampaikan oleh Anne. Pengembangan peron jalur enam, tujuh, dan delapan dilakukan untuk mendukung rangkaian kereta commuter line SF12.
“Kesiapan SF12 menjadi bagian dari upaya memperbesar kapasitas dalam satu perjalanan. Bagi pelanggan, manfaatnya dapat dirasakan melalui ruang layanan yang lebih memadai, alur naik-turun yang lebih tertata, dan kesiapan perjalanan yang semakin baik, terutama pada jam sibuk,” kata Anne.
Pekerjaan pengembangan peron Stasiun Bogor dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada 15 Juli 2026. KAI merilis data perkembangan layanan transportasi massal komuter ini pada hari Selasa, 7 Juli 2026.
KAI melaksanakan uji beban lokomotif tanggal 29 Juni 2026 dilanjutkan uji coba KRL pada 1 Juli 2026. Proyek ini mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, kelistrikan, pemasangan kanopi peron, serta perbaikan jalur rel kereta.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan peningkatan layanan terus dilakukan secara maksimal. Koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian terus berjalan untuk membangun konektivitas stasiun di wilayah Bogor.
“KAI ingin memastikan peningkatan layanan dilakukan sesuai kebutuhan pelanggan. Bogor Line melayani jutaan perjalanan harian masyarakat setiap tahun, sehingga kesiapan kapasitas, keselamatan, dan konektivitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....