KAI Siapkan Integrasi Stasiun Gambir dengan KRL dan Kawasan Monas

  • 08 Jul 2026 00:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia merancang pengembangan Stasiun Gambir sebagai pusat transportasi yang terintegrasi dengan kereta komuter dan kawasan Monas.
  • Kenaikan volume penumpang kereta komuter Jabodetabek meningkat hingga 58,11 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
  • Proyeksi pengembangan Stasiun Gambir berpotensi menyerap hingga 1.000 tenaga kerja langsung saat beroperasi secara penuh.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir guna memperkuat integrasi antarmoda transportasi umum. Rencana tersebut menyasar kemudahan akses pelanggan kereta api jarak jauh menuju layanan kereta komuter.

Langkah ini bertujuan menghubungkan stasiun dengan kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) serta pusat bisnis Jakarta. Badan usaha milik negara tersebut mencatat 34 perjalanan kereta jarak jauh reguler setiap hari.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan arah baru pengembangan prasarana perkeretaapian tersebut. Saat ini jalur layang stasiun tersebut juga dilintasi oleh 326 perjalanan kereta komuter setiap hari.

“Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan yang lebih lengkap. Pelanggan datang untuk naik kereta api, dan di saat yang sama mereka membutuhkan akses yang mudah, alur yang jelas, tempat menunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, layanan perjalanan, serta koneksi ke kawasan sekitar. Pengembangan Gambir diarahkan agar semua kebutuhan itu tertata dalam satu pengalaman yang lebih baik,” ujar Anne.

Anne menegaskan bahwa integrasi kereta komuter membutuhkan persiapan teknis yang matang sebelum dioperasikan penuh. Kenaikan volume penumpang kereta komuter wilayah Jabodetabek mencapai 58,11 persen dalam tiga tahun terakhir.

“Hari ini Gambir melayani KA Jarak Jauh dan dilintasi Commuter Line. Ruang yang sedang disiapkan adalah bagaimana integrasi itu dapat berjalan lebih baik ketika seluruh aspek teknis sudah siap. Prinsipnya, pelanggan mendapat akses yang lebih mudah, sementara keselamatan dan keandalan operasi tetap menjadi prioritas,” kata Anne.

Ia menyatakan bahwa pergerakan penumpang lintas Bogor menjadi bagian vital dalam mobilitas harian masyarakat. Pada tahun 2025, total jumlah pengguna layanan transportasi kereta tersebut telah menembus angka 155.009.997 orang.

“Bagi pelanggan dari Bogor Line, Gambir akan memberi akses yang lebih dekat ke pusat Jakarta. Bagi pelanggan KA Jarak Jauh, integrasi itu membuka pilihan lanjutan yang lebih luas setelah tiba di Gambir. Dari sini, perjalanan menjadi lebih ringkas, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan tujuan pelanggan,” ujar Anne.

Ia menambahkan bahwa pengembangan Stasiun Gambir berjalan berdampingan dengan penguatan kapasitas operasional Stasiun Manggarai. Kedua infrastruktur utama transportasi massal tersebut memiliki peran yang berbeda dalam ekosistem perkeretaapian nasional.

“Manggarai dan Gambir punya peran yang saling melengkapi. Manggarai mengelola perpindahan antarlintas dalam skala besar. Gambir memperkuat akses ke pusat kota, perjalanan KA Jarak Jauh, kawasan Monas, dan pengalaman pelanggan. Pembagian peran ini membuat sistem transportasi publik Jabodetabek lebih tertata,” kata Anne.

Dia menuturkan bahwa konsep desain stasiun modern tersebut mengintegrasikan peron komuter dengan kawasan pedestrian. KAI mencatat ada 132 titik komersial di stasiun tersebut yang telah tersewa pelaku usaha.

“Integrasi terasa ketika pelanggan tidak bingung harus berjalan ke mana, mudah menemukan moda lanjutan, nyaman saat menunggu, dan tetap dekat dengan layanan yang dibutuhkan. Karena itu, Gambir disiapkan sebagai stasiun yang lebih rapi, lebih manusiawi, dan lebih sesuai dengan ritme pusat kota,” ujar Anne.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan proyeksi penyerapan tenaga kerja proyek tersebut. Pihaknya merilis data tersebut di Jakarta pada hari Selasa, 7 Juli 2026 untuk menginformasikan publik.

“KAI ingin Gambir menjadi stasiun yang semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan. Dengan pengembangan yang bertahap, Gambir disiapkan untuk menghubungkan perjalanan antarkota, mobilitas harian, transportasi lanjutan, kuliner, ritel, budaya, dan aktivitas kawasan pusat Jakarta dalam satu ruang yang lebih tertata,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....