Ekonomi Sirkular MIND ID Berhasil Tekan Timbulan Limbah Padat hingga 11,3 Persen

  • 07 Jul 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MIND ID memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa sepanjang 2025 melalui skema reuse, recycle, dan recovery sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
  • Timbulan limbah padat turun 11,3 persen secara tahunan, dari 1,31 juta ton pada 2024 menjadi 1,16 juta ton pada 2025.
  • Tren penurunan limbah berlangsung konsisten selama tiga tahun terakhir, menunjukkan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah MIND ID.

RRI.CO.ID, Jakarta - MIND ID Grup terus memperkuat penerapan ekonomi sirkular di industri pertambangan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan pemulihan (recovery).

Upaya tersebut berdampak langsung pada penurunan timbulan limbah padat sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, sebanyak 82.876 ton limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) serta 946.733 ton limbah padat non-B3 berhasil dimanfaatkan kembali sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Total material sisa yang dimanfaatkan sepanjang tahun mencapai lebih dari 1 juta ton. Seiring meningkatnya pemanfaatan material tersebut, total timbulan limbah padat MIND ID turun dari 1.306.835,91 ton pada 2024 menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Penurunan terjadi pada dua kategori utama. Limbah padat B3 berkurang dari 270.478,08 ton menjadi 208.441,10 ton, sedangkan limbah padat non-B3 turun dari 1.036.357,83 ton menjadi 950.608,06 ton.

Dalam tiga tahun terakhir, tren penurunan limbah MIND ID juga berlangsung konsisten. Total limbah padat tercatat sebesar 1.396.034,05 ton pada 2023, turun menjadi 1.306.835,91 ton pada 2024, lalu kembali menurun menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Selain limbah padat, MIND ID juga mencatat timbulan limbah cair B3 sebesar 4.764,52 ton sepanjang 2025. Jenis limbah tersebut meliputi oli bekas, minyak bekas, oil sludge, solar bekas, grease bekas, hingga bahan kimia kedaluwarsa.

Pakar Energi Departemen Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, menilai pencapaian tersebut menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi dalam praktik pertambangan modern.

"Menurut saya, tantangan terbesar bukan hanya mengurangi volume limbah, tetapi memastikan seluruh rantai pengelolaannya terdokumentasi dengan baik. Mulai dari asal limbah, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, hingga penyelesaian akhirnya," ujarnya, di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Eko juga menilai pendekatan ekonomi sirkular mengubah cara pandang terhadap limbah. Material sisa yang masih memiliki nilai dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku sekunder, didaur ulang, atau dipulihkan sehingga mengurangi kebutuhan material baru sekaligus menekan dampak lingkungan.

Penerapan konsep tersebut telah dijalankan sejumlah anggota MIND ID. PT Aneka Tambang Tbk memanfaatkan slag nikel, tailing emas, serta Fly Ash and Bottom Ash (FABA) sebagai bahan konstruksi Pomalaa Beton (POTON).

Sementara, PT Indonesia Asahan Aluminium menggunakan kembali internal scrap aluminium untuk mendukung proses produksi. Sedangkan, PT TIMAH Tbk mengolah Sisa Hasil Pengolahan (SHP) agar kandungan timah yang masih tersisa dapat dipulihkan melalui proses lanjutan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, MIND ID terus mendorong pengelolaan limbah yang lebih efisien. Sekaligus memperkuat implementasi ekonomi sirkular di sektor pertambangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....