KAI Bukukan Laba Rp2,28 Triliun dan Arus Kas Rp7,15 Triliun

  • 07 Jul 2026 02:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun sepanjang Tahun Buku 2025.
  • Perusahaan membukukan peningkatan arus kas bersih dari aktivitas operasi hingga mencapai angka Rp7,15 triliun.
  • KAI Group mengelola biaya secara efisien sehingga laba sebelum pajak mengalami kenaikan mencapai 12,20%.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun sepanjang Tahun Buku 2025. Arus kas bersih dari aktivitas operasi badan usaha milik negara tersebut juga mencapai Rp7,15 triliun.

Laba tahun berjalan tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,77% jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024. Kenaikan laba usaha KAI sebesar 10,35% menjadi Rp8,39 triliun turut menopang kinerja keuangan konsolidasian.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan rincian pertumbuhan kinerja keuangan dalam siaran pers. Perusahaan merilis data kinerja positif tersebut pada hari Senin, 6 Juli 2026 di Jakarta.

“Kinerja keuangan yang sehat membuat KAI memiliki ruang lebih kuat untuk menjaga keselamatan perjalanan, merawat sarana, memastikan kesiapan operasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Bagi pelanggan, ini berarti perjalanan dengan kereta api dapat terus diandalkan untuk bekerja, sekolah, berusaha, berwisata, maupun bertemu keluarga,” ujar Anne.

Sepanjang 12 bulan tersebut, perusahaan tercatat berhasil melayani sebanyak 503.549.740 orang pelanggan layanan kereta. Selain itu, angkutan logistik KAI juga berhasil mendistribusikan muatan barang hingga mencapai 69.791.691 ton.

Anne menyatakan bahwa pendapatan konsolidasian KAI Group tercatat sebesar Rp35,76 triliun selama tahun 2025. Di sisi lain laba sebelum pajak mengalami kenaikan hingga 12,20% menjadi sebesar Rp3,71 triliun.

“Efisiensi di KAI diarahkan agar manfaatnya kembali kepada pelanggan. Pengelolaan biaya yang baik membantu perusahaan menjaga ketepatan waktu, kenyamanan di stasiun dan di perjalanan, kesiapan sarana, serta perawatan fasilitas yang mendukung pengalaman pelanggan,” kata Anne.

Penerimaan kas dari pelanggan tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,68% hingga mencapai nilai Rp28,59 triliun. Sedangkan posisi kas dan setara kas akhir tahun juga meningkat 37,22% menjadi Rp6,76 triliun.

Total aset KAI Group pada akhir tahun tercatat tumbuh sebesar 8,58% mencapai Rp105,43 triliun. Pada saat yang sama nilai ekuitas korporasi juga meningkat sebesar 11,23% menjadi Rp39,29 triliun.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menegaskan komitmen pelayanan publik perusahaan tersebut. Nilai aset tetap perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 26,84% hingga mencapai angka Rp37,30 triliun.

“Bagi KAI, angka-angka dalam kinerja keuangan harus bermuara pada pelayanan. Setiap penguatan perusahaan harus membantu pelanggan mendapatkan layanan kereta api yang aman, nyaman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....