Malahayati Konsultan Sebut Edukasi Pinjol Tak Terganggu Proses Administratif
- 05 Jul 2026 00:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Malahayati Nusantara Raya (Malahayati Konsultan) kembali menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) sebagai bagian dari program rutin perusahaan.
- Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembinaan usaha agar mampu memulihkan kondisi ekonomi dan kembali mengembangkan usahanya secara mandiri.
- PT Malahayati Nusantara Raya juga terus menjalankan berbagai program sosial, mulai dari rehabilitasi rumah korban kebakaran, pelatihan kerja, diskusi publik, hingga berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Malahayati Nusantara Raya (Malahayati Konsultan) kembali menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan mengenai bahaya pinjaman online (pinjol). Edukasi ini merupakan bagian dari program rutin perusahaan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko keuangan ilegal.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Juli 2026 itu diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Peserta memperoleh edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal, pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, serta langkah-langkah pencegahan agar tidak terjerat praktik keuangan ilegal.
Di sela kegiatan, CEO PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya atau yang akrab disapa Bang Ujay, didampingi Kuasa Hukum Albert dan Kepala Departemen Humas Syahroji (Oji), melayani wawancara dengan sejumlah awak media yang hadir meliput kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, para jurnalis menanyakan sejumlah hal terkait keberlanjutan program-program PT Malahayati Nusantara Raya. Termasuk, perkembangan proses administratif perusahaan yang belakangan menjadi perhatian publik.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bang Ujay menegaskan bahwa PT Malahayati Nusantara Raya berkomitmen menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus perusahaan. Ia menyebut pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Bagi yang belum terjerat pinjaman online, kami ingin mereka memahami risikonya agar tidak menjadi korban. Sementara bagi masyarakat yang sudah terdampak, kami hadir memberikan konsultasi, pendampingan, dan solusi agar mereka bisa bangkit kembali," ujarnya.
Menurut dia, rendahnya literasi digital dan literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab utama masyarakat mudah menjadi korban pinjaman online ilegal. Karena itu, perusahaan akan terus memperluas kegiatan edukasi melalui seminar, diskusi publik, pelatihan, dan berbagai program literasi lainnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert, turut menjelaskan perkembangan proses administratif perusahaan menyusul audiensi yang berlangsung pada Juni lalu dengan Satgas PASTI. Ia menyampaikan bahwa perusahaan telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan audiensi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Sejak adiensi Juni lalu, kami terus berkoordinasi dan memproses seluruh kelengkapan administrasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sembari proses itu berjalan, operasional perusahaan — khususnya program edukasi dan pendampingan masyarakat — tetap berjalan seperti biasa, karena memang inilah kegiatan utama kami sejak awal,” kata Albert.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Syahroji (Oji), juga meluruskan berbagai informasi yang beredar mengenai model bisnis perusahaan.
"PT Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Konsultan adalah lembaga jasa konsultasi, bukan lembaga jasa keuangan. Kami tidak melakukan penghimpunan dana masyarakat. Kami memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan, khususnya terkait pinjaman online," jelas Oji.
Ia menambahkan, kegiatan edukasi, literasi keuangan, dan pendampingan masyarakat merupakan aktivitas inti PT Malahayati Nusantara Raya sejak perusahaan berdiri. Kegiatan tetap berjalan tanpa jeda meski proses administratif dengan regulator masih berlangsung.
"Program edukasi ini bukan hal baru, ini yang sudah kami jalankan dari awal dan tidak ada masalah dengan itu. Yang sedang kami proses adalah kelengkapan perizinan terkait layanan tertentu, dan itu berjalan paralel — tidak menghentikan operasional kami secara keseluruhan," kata Oji.
Ia juga menjelaskan bahwa program pembinaan UMKM yang sempat menjadi perhatian publik merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya, bagi pelaku usaha yang usahanya terdampak akibat permasalahan pinjaman online. Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembinaan usaha agar mampu memulihkan kondisi ekonomi dan kembali mengembangkan usahanya secara mandiri.
Selain itu, PT Malahayati Nusantara Raya juga terus menjalankan berbagai program sosial, mulai dari rehabilitasi rumah korban kebakaran, pelatihan kerja, diskusi publik, hingga berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Ke depan, perusahaan berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menutup wawancara, Bang Ujay menegaskan bahwa perusahaan akan terus membuka ruang komunikasi dengan regulator dan seluruh pihak terkait, sembari tetap menjalankan program-program konsultasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai bidang usaha yang dimiliki.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi keuangan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Karena itu, edukasi akan terus menjadi prioritas kami," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....