Pengembangan Stasiun Gambir Berpotensi Buka 1.000 Lowongan Kerja

  • 04 Jul 2026 01:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengoptimalkan aset Stasiun Gambir untuk menciptakan hingga 1.000 lapangan pekerjaan baru melalui pengembangan hospitality dan leisure.
  • Manajemen KAI mencatat pertumbuhan volume pelanggan yang menggunakan transportasi kereta api secara konsisten di stasiun tersebut.
  • KAI mengarahkan rencana pengembangan stasiun modern tersebut untuk memperkuat pendapatan perusahaan melalui skema Non-Fare Box (NFB).

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoptimalkan aset Stasiun Gambir untuk menciptakan hingga 1.000 lapangan pekerjaan. Kawasan transportasi tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi pusat layanan hospitality serta lifestyle hub modern.

KAI mencatat sebanyak 132 area komersial pada stasiun di Jakarta Pusat itu telah tersewa. Lahan sewa tersebut terdiri atas sebanyak 67 space serta 65 open space area komersial.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan arah strategis rencana pengembangan stasiun tersebut. Stasiun tersebut terletak dekat Monas serta berbagai pusat perkantoran dan pemerintahan di kawasan Jakarta.

“Gambir adalah pintu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus teras kedatangan pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,” ujar Anne.

Pihak manajemen KAI merilis laporan mengenai volume penumpang stasiun pada hari Jumat, 3 Juli 2026. Jumlah pelanggan pada tahun 2023 tercatat telah mencapai 6.530.778 orang atau tumbuh sebesar 13,39%.

Pada tahun 2024 stasiun kereta api tersebut melayani sebanyak 5.914.820 pelanggan yang melakukan perjalanan. Jumlah pelanggan tersebut kemudian meningkat kembali menjadi sebanyak 6.105.784 orang sepanjang periode tahun 2025.

Rata-rata harian volume pelanggan di stasiun itu mencapai sekitar 16.700 orang pada tahun 2025. Sementara pada periode Semester I 2026 stasiun tersebut telah melayani sebanyak 3.227.508 orang pelanggan.

Anne kemudian menyatakan bahwa arus pelanggan yang besar membutuhkan berbagai layanan pendukung yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi penyediaan pilihan makanan dan minuman, ruang tunggu nyaman, serta ritel perjalanan.

“Optimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman yang lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata,” kata Anne.

Kajian optimalisasi bisnis tersebut memproyeksikan stasiun kereta api ini menjadi pusat gaya hidup modern. Area komersial baru untuk seluruh unit ritel direncanakan memiliki total luas sewa mencapai 15.479 m².

Sementara luas fasilitas hotel serta ruang pertemuan yang akan dibangun tercatat sekitar 3.756 m². Fasilitas ruang pertemuan tersebut mendukung kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) di pusat kota.

Area ritel baru tersebut berpotensi menampung sekitar 220 hingga 310 unit usaha kecil menengah. Setiap unit usaha tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 50 sampai 70 m² per tenant.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menjelaskan terkait penguatan pendapatan komersial. Pengembangan stasiun tersebut menjadi bagian program penguatan pendapatan Non-Fare Box (NFB) di luar tiket.

“KAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota. Dengan pengembangan berbasis hospitality, leisure, dan Non-Fare Box, Gambir disiapkan menjadi wajah layanan KAI di pusat Jakarta yang nyaman bagi pelanggan, produktif bagi perusahaan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....