KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel B50
- 02 Jul 2026 22:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia menyatakan kesiapan seluruh sarana diesel untuk menerapkan bahan bakar biodiesel B50.
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerapkan masa transisi selama tiga bulan sejak mandatori berlaku.
- KAI telah menguji coba performa lokomotif dan kereta pembangkit guna memastikan keandalan operasional armada.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh sarana diesel siap menerapkan bahan bakar biodiesel B50. Kesiapan tersebut mencakup unit lokomotif dan kereta pembangkit untuk mendukung kelancaran operasional transportasi massal.
Kebijakan mandatori penggunaan bahan bakar baru tersebut mulai berlaku pada hari Rabu, 1 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan masa transisi penyesuaian lapangan selama tiga bulan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan penjelasan mengenai dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Dukungan nyata badan usaha milik negara (BUMN) tersebut diwujudkan melalui penguatan keandalan operasi sarana.
“KAI mendukung mandatori biodiesel B50 yang diberlakukan pemerintah mulai hari ini, 1 Juli 2026. Dari sisi sarana, seluruh lokomotif dan sarana diesel KAI telah siap menerapkan B50 setelah melalui uji terap teknis serta penguatan aspek keselamatan operasional,” ujar Anne.
Uji terap bersama pihak Kementerian ESDM dilaksanakan langsung pada sarana lokomotif dan kereta pembangkit. Pengujian lokomotif mengukur respons mesin saat menggunakan bahan bakar baru dalam pola operasi perjalanan.
Evaluasi teknis mencakup pemantauan performa mesin, stabilitas pembakaran, konsumsi bahan bakar, dan komponen utama. Pengawasan ketat tersebut bertujuan agar sarana perkeretaapian tetap andal melayani seluruh pelanggan jasa transportasi.
Sementara pengujian kereta pembangkit difokuskan pada pemeriksaan genset, emisi gas buang, serta ketahanan operasi. Sarana kereta pembangkit memiliki peran penting untuk menyalurkan pasokan listrik demi kenyamanan penumpang kereta.
Anne menjelaskan bahwa penerapan bahan bakar nabati jenis baru tersebut memerlukan kesiapan teknis terukur. Langkah pemantauan berkelanjutan terus dilakukan untuk menjaga kepatuhan terhadap standar keselamatan operasi kereta api.
“Penggunaan B50 pada sarana perkeretaapian membutuhkan kesiapan teknis yang terukur. Karena itu, KAI melakukan pengujian, pemantauan, dan evaluasi agar penerapannya tetap selaras dengan standar keselamatan operasi kereta api,” kata Anne.
Penggunaan bahan bakar terbarukan ini memperkuat kontribusi nyata perusahaan dalam agenda transisi energi nasional. Peningkatan bauran biodiesel mampu menekan penggunaan solar fosil sekaligus mengurangi emisi karbon sektor transportasi.
Sebelum menuju B50, perusahaan telah memanfaatkan bahan bakar nabati secara bertahap mulai B35 hingga B40. Pengalaman operasional masa lalu tersebut menjadi landasan penting dalam menguji keandalan sistem diesel perkeretaapian.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menegaskan komitmen penuh jajarannya terhadap program pemerintah. Kesiapan operasional sarana perkeretaapian berbasis solar tersebut resmi dilaporkan pada hari Kamis, 2 Juli 2026.
“KAI siap menjalankan penggunaan B50 sesuai arahan pemerintah. Seluruh sarana diesel telah kami siapkan, sehingga transisi energi ini dapat berjalan dengan tetap menjaga keselamatan perjalanan, keandalan operasi, dan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Wisnu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....