Pemberdayaan Perempuan Hantarkan PNM Raih Pengakuan Global

  • 30 Jun 2026 11:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberdayakan perempuan Indonesia kembali mendapat pengakuan tingkat global. PNM meraih apresiasi sebagai Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment atas kontribusinya.

Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata bagi pemberdayaan perempuan Indonesia. Penilaian tidak hanya berdasarkan besarnya pembiayaan, tetapi juga keberhasilan menciptakan model pemberdayaan berkelanjutan.

Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera atau Mekaar, PNM menjangkau perempuan prasejahtera di berbagai daerah. Program tersebut membuka akses pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini sulit memperoleh layanan keuangan formal.

Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah aktif yang seluruhnya perempuan prasejahtera. Capaian tersebut menjadikan PNM sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro berbasis kelompok terbesar di dunia.

Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki mengatakan, pendekatan perusahaan tidak berhenti pada penyaluran modal usaha. Menurutnya, PNM juga menghadirkan pendampingan dan pemberdayaan secara berkelanjutan bagi seluruh nasabah perempuan.

"Di balik pembiayaan yang diberikan, terdapat proses pendampingan dan pemberdayaan rutin melalui Pertemuan Kelompok Mingguan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi nasabah meningkatkan literasi keuangan dan memperkuat jejaring sosial," kata Sunar dalam siaran pers, Selasa, 30 Juni 2026.

Selain memperoleh pembiayaan tanpa agunan, para nasabah juga mendapatkan pelatihan pengembangan usaha dan literasi keuangan. PNM turut mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PNM Digi dan fasilitasi legalitas usaha.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing nasabah. Sebagian besar nasabah Mekaar merupakan ibu rumah tangga yang memulai usaha dalam skala sangat kecil.

Mereka menjalankan berbagai usaha mulai dari perdagangan, kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa berbasis rumah tangga. Dengan meningkatnya kapasitas usaha, mereka memperoleh tambahan pendapatan dan menggerakkan ekonomi di lingkungannya.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha ultra mikro, model pemberdayaan tersebut dinilai relevan. Pengakuan global itu menjadi bukti kontribusi PNM membangun kemandirian perempuan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....