KA Mutiara Selatan Layani 185.808 Pelanggan
- 29 Jun 2026 00:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatat kenaikan volume penumpang KA Mutiara Selatan sebesar 8,50 persen.
- Badan Pusat Statistik mengidentifikasi potensi perjalanan wisata yang tinggi pada wilayah lintas selatan Jawa.
- Manajemen kereta api terus mempertahankan kualitas layanan bernilai sejarah untuk mobilitas masyarakat modern.
RRI.CO.ID, Bandung - Kereta Api Mutiara Selatan melayani 185.808 pelanggan relasi Bandung menuju Surabaya Gubeng pulang pergi. Jumlah penumpang kereta tersebut meningkat sebesar 8,50 persen dibandingkan dengan pencapaian periode tahun lalu.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan sebanyak 14.555 orang pada koridor jalur selatan. Realisasi volume penumpang pada periode sebelumnya hanya mencapai angka sebanyak 171.253 orang secara akumulatif.
Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pertumbuhan angkutan penumpang kereta tersebut. Pihak manajemen mencatat pelayanan tertinggi terjadi pada Maret 2026 dengan total mencapai 39.672 orang.
“KA Mutiara Selatan memiliki karakter perjalanan yang khas. Layanan ini menghubungkan Bandung dan Surabaya Gubeng melalui kota-kota penting di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pertumbuhan pelanggan pada lima bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa KA Mutiara Selatan tetap relevan untuk perjalanan keluarga, pendidikan, pekerjaan, wisata, dan kunjungan antarkota,” ujar Anne.
Perusahaan menyampaikan laporan kinerja bulanan angkutan penumpang tersebut pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Volume penumpang Maret naik 43,62 persen dibanding catatan bulan sama tahun lalu sebanyak 27.622 orang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total penduduk pada wilayah lintasan tersebut sekitar 135,88 juta jiwa. Provinsi Jawa Barat memiliki 51,16 juta penduduk sedangkan wilayah Jawa Tengah dihuni 38,57 juta jiwa.
Perjalanan wisatawan nusantara menuju wilayah Jawa Timur sepanjang tahun 2025 mencapai 217,20 juta perjalanan. Sementara itu perjalanan wisata menuju daerah Jawa Tengah tercatat mencapai sebanyak 146,25 juta pergerakan.
Anne memaparkan rincian mengenai sebaran titik pemberhentian penting bagi para penumpang kereta api tersebut. Layanan transportasi massal ini melewati stasiun besar seperti Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, hingga Surabaya Gubeng.
“Masing-masing titik pemberhentian memiliki cerita dan kebutuhan pelanggan yang berbeda. Ada pelanggan yang naik dari Bandung menuju Yogyakarta untuk pendidikan, dari Priangan Timur menuju Surabaya untuk pekerjaan, atau dari Jawa Timur menuju Bandung untuk keluarga dan wisata. KAI terus menjaga layanan ini agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” kata Anne.
Kereta api legendaris ini mulai beroperasi pertama kali tepat pada tanggal 17 Agustus 1972. Saat ini koridor tersebut melayani perjalanan kelas eksekutif serta kelas ekonomi premium secara bersamaan.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut memberikan tanggapan resmi perusahaan. Manajemen mempertahankan nama legendaris tersebut karena memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi pelanggan.
“KA Mutiara Selatan merupakan layanan yang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi mobilitas masa kini. Lebih dari lima dekade setelah pertama kali hadir, kereta api ini tetap menjadi pilihan pelanggan di lintas selatan Jawa. Tugas KAI adalah menjaga warisan layanan tersebut dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan yang terus ditingkatkan,” kata Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....