KAI Catat 134 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta
- 25 Jun 2026 22:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 134 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang sepanjang awal tahun 2026.
- Perusahaan aktif menutup sebanyak 226 titik perlintasan rawan demi mencegah kenaikan angka kecelakaan yang fatal bagi pengguna jalan.
- KAI gencar melakukan program sosialisasi keselamatan guna membangun kedisiplinan dan budaya selamat di kalangan masyarakat luas.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 134 kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang. Mayoritas kecelakaan tersebut dipicu oleh tindakan para pengguna jalan raya yang nekat menerobos palang pintu.
Insiden tragis di perlintasan kereta api tersebut mengakibatkan 48 orang meninggal dunia selama periode berjalan. Sebanyak 77 unit sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling mendominasi kejadian tabrakan tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengimbau masyarakat agar meningkatkan kedisiplinan demi keselamatan bersama. KAI menyampaikan keterangan resmi ini di Jakarta pada hari Kamis, 25 Juni 2026 secara tertulis.
“Palang terbuka tetap perlu direspons dengan kewaspadaan, jangan langsung melaju. Palang tertutup adalah perintah untuk berhenti. Setiap pengendara wajib berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, dengarkan sekitar, kemudian pastikan jalur benar-benar aman. Bila palang mulai menutup, sirine berbunyi, atau petugas memberi isyarat berhenti, jangan mencari celah,” ujar Anne.
Anne menjelaskan bahwa jumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu. Jumlah kecelakaan turun tiga persen dari 138 kejadian menjadi 134 kejadian pada periode yang sama.
“Angka penurunan menunjukkan upaya keselamatan berjalan, namun satu nyawa saja terlalu berharga untuk dipertaruhkan karena terburu-buru. Lebih baik kehilangan satu atau dua menit di perlintasan daripada kehilangan masa depan keluarga,” kata Anne.
KAI secara aktif melakukan penutupan dan penyempitan di perlintasan sebidang demi menekan potensi bahaya. Realisasi penutupan titik rawan tersebut tercatat mencapai angka 226 penanganan hingga pertengahan tahun 2026.
Ia kembali mengingatkan warga agar tidak melakukan berbagai aktivitas berbahaya di area rel kereta. Sebanyak 188 korban jiwa tercatat akibat terjadinya insiden temperan di jalur nonperlintasan kereta api.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berjalan, bermain, berfoto, memarkir kendaraan, meletakkan barang, atau beraktivitas di jalur kereta api. Jalur kereta api adalah area operasi yang harus steril. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan warga sama-sama bergantung pada kepatuhan kita,” ujar Anne.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengajak semua pihak memperkuat pesan keselamatan. Sosialisasi keselamatan kepada seluruh masyarakat telah digelar sebanyak 1.036 kegiatan sepanjang awal tahun ini.
“Kebiasaan menerobos harus kita tinggalkan. Budaya selamat dimulai dari keputusan sederhana yaitu berhenti, tengok kanan, tengok kiri, dengarkan sekitar, lalu melintas setelah aman. Liburan sekolah seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan pulang dengan selamat,” kata Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....