Pupuk Indonesia Pasok 47.250 Ton Urea ke Australia

  • 24 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Brisbane - Kapal Motor Vessel (MV) Medi Luna mengirimkan 47.250 ton urea ke Pelabuhan Brisbane di Australia. Pengiriman komoditas pertanian tersebut merupakan langkah awal untuk memenuhi target ekspor total sebesar 250.000 ton.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pupuk Indonesia mengekspor bahan baku pupuk tersebut untuk ketahanan pangan. Kegiatan bilateral ini juga menjadi implementasi nyata dari kerja sama antarpemerintah kedua negara tetangga.

Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono menyambut baik ekspor tersebut. Kesepakatan bilateral ini dirintis sebelumnya oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese.

“Kerja sama ini menjadi simbol eratnya kemitraan ketahanan pangan Indonesia dan Australia. Ketika rantai pasok global menghadapi tantangan, Indonesia dengan kapasitas produksi urea yang besar dapat membantu memenuhi kebutuhan Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun,” kata Siswo Pramono.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa kinerja industri pupuk nasional terus meningkat. Perusahaan menargetkan total produksi urea nasional mencapai angka 7,8 juta ton sepanjang tahun 2026.

“Hari ini Indonesia menunjukan bahwa kita adalah reliable supplier yang bisa menjadi sumber pasokan pupuk bagi negara mitra. Kita datang ketika mereka membutuhkan dan kita memberikan kepastian ketika dunia penuh ketidakpastian,” ujar Rahmad.

Rahmad menegaskan bahwa komitmen utama dari pihak perusahaan tetap memprioritaskan seluruh kebutuhan pupuk domestik. Estimasi untuk total kebutuhan pupuk dalam negeri tersebut diperkirakan mencapai angka 6,3 juta ton.

“Arahan dari Bapak Presiden adalah, pertama penuhi dulu kebutuhan pupuk dalam negeri untuk para petani kita. Kita memiliki kapasitas yang memang lebih besar dari kebutuhan petani di Indonesia,” kata Rahmad.

Chief Digital dan Data Officer Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers mengapresiasi pengiriman ini. Kapal pengangkut pupuk urea tersebut bersandar di Pelabuhan Brisbane pada hari Senin, 22 Juni 2026.

“Kedatangan urea dari Indonesia hari ini menjadi cerminan eratnya kemitraan serta persahabatan antara Australia dan Indonesia. Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi para petani, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang lebih luas,” kata dia.

Pupuk Indonesia mencatat pada Selasa, 23 Juni 2026 bahwa stok bersubsidi mencapai 1,23 juta ton. Selain itu, realisasi untuk penyaluran pupuk bersubsidi mengalami kenaikan 30 persen mencapai 4,61 juta ton.

Pengiriman perdana pupuk tersebut diberangkatkan dari Dermaga BSL Perseroan Terbatas (PT) Pupuk Kalimantan Timur. Proses pelayaran kapal tersebut telah dimulai sejak pertengahan Mei tahun 2026 yang lalu.

Sejumlah pejabat penting serta para pelaku industri dari negara Australia turut menghadiri seremoni tersebut. Delegasi dari Indonesia juga ikut mendampingi prosesi penyambutan kapal pupuk urea di Pelabuhan Brisbane.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....