PNM Buka Jalan Usaha Mikro Tampil di Final PFL
- 23 Jun 2026 16:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Gelaran Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi talenta futsal Indonesia. Ajang nasional tersebut juga menghadirkan kesempatan bagi pelaku usaha ultra mikro untuk memperluas pasar usahanya.
Sebanyak 20 nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar terpilih untuk berjualan langsung di area penyelenggaraan Grand Final PFL 2026. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen dari berbagai daerah.
Sebagai sponsor utama PFL 2026, PNM memaknai dukungan terhadap olahraga tidak sekadar sebatas penyelenggaraan acara. PNM juga berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi pengusaha ultra mikro untuk berkembang berkelanjutan.
Kehadiran para nasabah di arena pertandingan menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dengan pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha.
Bagi banyak pengusaha ultra mikro, kesempatan memperluas pasar sering menjadi faktor penting pengembangan usaha mereka. Akses terhadap pasar yang lebih luas dapat membantu meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Ruang usaha yang lebih terbuka juga menjadi alternatif bagi masyarakat menghadapi berbagai tekanan ekonomi sehari-hari. Kondisi tersebut penting terutama bagi keluarga yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal.
Dalam berbagai situasi, masyarakat prasejahtera kerap menghadapi kebutuhan mendesak yang memerlukan dukungan pembiayaan cepat. Tanpa akses yang memadai, sebagian masyarakat berisiko memilih pinjaman dengan beban biaya yang cukup tinggi.
Karena itu, akses pembiayaan yang aman dan disertai pendampingan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Selain memperoleh modal, pelaku usaha juga membutuhkan bimbingan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Salah satu nasabah yang berjualan pada Grand Final PFL 2026 adalah Iin Sutiyani dari Yogyakarta.
Ia membawa kisah perjuangan panjang dalam menjaga usaha kecil sebagai sumber penghidupan keluarganya.
“Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu dan tagihan pinjaman harian yang terus datang,” katanya.
Ia mengaku tekanan ekonomi semakin berat ketika kondisi kesehatan suaminya menurun dalam beberapa waktu.
Menurut Iin, usaha kecil yang dijalankannya menjadi tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Namun, berbagai tekanan membuat ruang geraknya untuk mengembangkan usaha menjadi sangat terbatas sebelumnya.
Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, Iin mengaku memperoleh akses modal yang lebih aman.
Ia juga mulai menata kembali usahanya dengan lebih tenang dan memiliki perencanaan yang jelas.
“Sekarang bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujarnya.
Ia merasa usaha kecil seperti miliknya memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mendapatkan apresiasi lebih luas.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian modal usaha semata. Menurutnya, pemberdayaan juga memerlukan keberanian membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat berkembang.
“Bagi perempuan ultra mikro, modal bukan sekadar uang tetapi juga kesempatan untuk melangkah lebih kuat,” katanya. Ketika ruang untuk tumbuh tersedia, manfaatnya dapat dirasakan keluarga dan lingkungan ekonomi sekitarnya.
Melalui kehadiran 20 nasabah pada Grand Final PFL 2026, PNM berharap semakin banyak kisah inspiratif. PNM juga berharap usaha kecil dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi ekonomi akar rumput.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....