Sembilan Stasiun Hidupkan Ekonomi dengan 184.136 Pelanggan Baru
- 21 Jun 2026 22:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sembilan stasiun kereta api yang sempat pasif kini sukses melayani ratusan ribu pelanggan baru.
- Peningkatan volume penumpang kereta api turut menggerakkan perekonomian para pelaku usaha kecil setempat.
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkomitmen terus mendukung pertumbuhan ekonomi warga melalui berbagai program.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sembilan stasiun kereta api aktif kembali melayani 184.136 pelanggan baru sepanjang Januari hingga Mei 2026. Mobilitas tersebut memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sekitar stasiun.
Peningkatan aktivitas ini membuka peluang usaha baru bagi warga lokal yang mengandalkan kedatangan para pelanggan kereta. Sektor transportasi lanjutan dan warung kuliner tradisional turut merasakan dampak positif dari lonjakan jumlah pelanggan tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan dampak luas dari pergerakan para pelanggan kereta api. KAI Group mencatat pada Minggu, 21 Juni 2026 total volume angkutan sebesar 214.045.803 pelanggan.
“Di balik satu tiket kereta api, ada banyak tangan kecil yang ikut merasakan manfaatnya. Ada pedagang bekal, penjual kopi, warung sarapan, pengemudi transportasi lanjutan, pembuat camilan daerah, sampai pelaku UMK oleh-oleh. Ketika pelanggan datang ke stasiun, yang hidup bukan cuma perjalanan, tetapi juga harapan banyak keluarga,” ujar Anne.
Anne menyebutkan kedatangan ribuan pelanggan baru di stasiun kecil secara langsung mengubah nasib ekonomi harian warga. Stasiun Comal mencatat total 6.135 pelanggan selama periode Januari sampai Mei 2026 setelah sebelumnya sepi.
“Bagi pedagang kecil, perubahan dari 0 menjadi ribuan pelanggan bukan angka biasa. Itu bisa menjadi perubahan nasib harian. Di sekitar stasiun, pelanggan yang datang membawa peluang bagi nasi bungkus, kopi, gorengan, jajanan pasar, transportasi lokal, hingga oleh-oleh khas daerah,” kata Anne.
Ia kembali menegaskan bahwa setiap aktivitas naik turun penumpang selalu menghidupkan ekosistem usaha mikro di pedesaan. Stasiun Kayutanam melayani 52.475 pelanggan sedangkan Stasiun Sicincin mencatat sebanyak 41.681 penumpang pada periode tersebut.
“Stasiun kecil sering menyimpan cerita besar. Bagi pelanggan, stasiun adalah tempat memulai perjalanan. Bagi pedagang kecil, stasiun adalah tempat menunggu rezeki. Ketika layanan naik-turun pelanggan hadir, yang berubah bukan cuma angka volume, tetapi juga suasana kampung, pasar kecil, warung, dan kehidupan keluarga di sekitarnya,” ujar Anne.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi pedagang lokal. KAI menyiapkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendampingi target 80 mitra binaan.
“Weekend dengan kereta api bisa menjadi cara sederhana untuk membantu pedagang kecil. Beli bekal dari warung sekitar stasiun, nikmati kuliner lokal di kota tujuan, bawa pulang oleh-oleh dari UMK daerah. Hal-hal kecil seperti itu dapat membuat perjalanan terasa lebih hangat dan manfaatnya sampai ke banyak rumah,” kata Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menyampaikan pesan mendalam terkait makna kehadiran para penumpang. Stasiun Wonogiri melayani sebanyak 63.667 pelanggan baru selama lima bulan pertama pada tahun ini.
“Setiap pelanggan yang naik dan turun di stasiun membawa cerita. Ada yang pulang ke keluarga, ada yang berwisata, ada yang bekerja, ada yang mencari peluang. Dan di sepanjang perjalanan itu, ada pedagang kecil yang ikut berdoa agar stasiun tetap ramai. Karena bagi mereka, suara kereta api yang datang sering kali adalah suara harapan,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....