KAI Ajak Pengendara Disiplin dan Imbau Warga Jauhi Jalur Rel
- 21 Jun 2026 00:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kedisiplinan demi menghindari kecelakaan maut.
- Manajemen mencatat ratusan kasus kecelakaan akibat kelalaian pengendara yang nekat menerobos pintu perlintasan.
- Perusahaan merangkul puluhan komunitas pencinta kereta api untuk mengedukasi warga terkait bahaya rel.
RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajak masyarakat disiplin saat melintasi berbagai area perlintasan sebidang. Imbauan tersebut bertujuan mengantisipasi potensi kecelakaan fatal demi menjaga keselamatan bersama di perjalanan warga.
Perusahaan juga meminta seluruh masyarakat untuk menjauhi area jalur rel nonperlintasan kereta api aktif. Langkah edukasi ini secara khusus ditingkatkan oleh manajemen menjelang momen aktivitas akhir pekan warga.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memaparkan bahwa kedisiplinan pengguna jalan sangat memengaruhi keselamatan. Manajemen mencatat sebanyak 128 kejadian kecelakaan telah terjadi hingga tanggal 14 Juni tahun 2026.
“Menunggu beberapa menit di perlintasan jauh lebih aman daripada mengambil risiko dengan menerobos. Kami mengajak masyarakat, terutama pada akhir pekan ini, untuk berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, dan dahulukan perjalanan kereta api. Jalur rel juga bukan tempat bermain atau berkumpul. Satu langkah masuk ke area terlarang dapat membahayakan diri sendiri, pelanggan, dan petugas,” ujar Anne.
Kecelakaan tersebut disebabkan oleh kelalaian berupa aksi menerobos pintu perlintasan oleh para pengendara jalan. Sebanyak 113 kejadian kecelakaan di pintu perlintasan terjadi karena kendaraan menerobos palang pintu kereta.
KAI juga mendata sebanyak 252 kejadian temperan di sepanjang jalur nonperlintasan kereta api aktif. Sebanyak 235 kejadian dari jumlah kasus tersebut merupakan kecelakaan berupa temperan orang di lapangan.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. Aturan larangan beraktivitas di rel telah termuat dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007.
“Saat palang pintu mulai turun atau sinyal berbunyi, berhenti. Saat melihat rel, jangan jadikan itu sebagai jalan pintas. Saat ingin berfoto, pilih lokasi aman. Keselamatan dimulai dari keputusan kecil yang kita ambil beberapa detik sebelum melangkah atau menyeberang,” kata Wisnu.
KAI mengidentifikasi sebanyak 3.674 perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai daerah operasional seluruh Indonesia. Sebanyak 903 titik perlintasan di antaranya tidak terdaftar dan tidak dijaga oleh petugas KAI.
KAI sukses menutup sebanyak 150 titik dari total target 172 perlintasan sebidang prioritas utama. Pihak manajemen mencatatkan keberhasilan program penutupan tersebut mencapai persentase sebesar 87 persen di lapangan.
Anne mengapresiasi kontribusi aktif dari berbagai komunitas pencinta kereta api di seluruh tanah air. KAI kini aktif membina sebanyak 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota aktif nasional.
“Kami mengapresiasi komunitas railfans yang selama ini ikut menjadi penyampai pesan keselamatan. Saat ini kami membina 56 komunitas railfans dengan total 6.455 anggota aktif. Kecintaan kepada kereta api perlu diiringi disiplin menjaga jarak aman, tidak masuk jalur, tidak membuat konten di area terlarang, dan ikut mengingatkan warga sekitar,” kata Anne.
KAI menggelar sosialisasi keselamatan bersama puluhan anggota komunitas railfans pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan edukasi tersebut terlaksana di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Jawa Barat hari ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....