KAI Lampung Layani 498.104 Penumpang dan 11.437.080 Ton Barang
- 18 Jun 2026 22:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Manajemen KAI terus berupaya meningkatkan aspek keselamatan demi mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
- Kereta Api Indonesia melayani ratusan ribu pelanggan serta jutaan ton barang di wilayah Lampung.
- Pemerintah kolonial Belanda membangun jalur perkeretaapian pertama di daerah Lampung sejak tahun 1911.
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 498.104 penumpang serta 11.437.080 ton komoditas di wilayah Lampung. Pencapaian besar angkutan massal tersebut tercatat sepanjang periode bulan Januari sampai dengan Mei 2026.
Layanan perjalanan penumpang didominasi oleh operasional kereta api Kuala Stabas relasi Tanjungkarang menuju Baturaja. Sementara itu komoditas tambang batu bara mendominasi total pengiriman barang menuju kawasan Pelabuhan Tarahan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan sejarah panjang dari perkembangan perkeretaapian Lampung. Jaringan jalan rel di daerah tersebut mulai dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1911.
“Sejarah rel di Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses. Dari jalur hasil bumi, pelabuhan, hingga pusat permukiman, kereta api membentuk konektivitas yang sampai hari ini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekonomi wilayah,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Saat ini wilayah kerja operasi kereta api tersebut memiliki panjang lintasan aktif mencapai 451,280 kilometer spoor (km'sp). Jaringan transportasi massal itu juga didukung oleh operasional aktif sebanyak 47 stasiun di lapangan.
Wilayah pelayanan tersebut membentang luas mulai dari daerah Bandar Lampung hingga kawasan Prabumulih Sumatra Selatan. Stasiun besar Tanjungkarang dan Tarahan menjadi simpul utama penunjang mobilisasi angkutan komoditas serta masyarakat.
Kereta api penumpang Rajabasa untuk relasi Tanjungkarang menuju Kertapati telah melayani sebanyak 185.167 pelanggan. Sementara itu kereta api Kuala Stabas relasi Tanjungkarang menuju Baturaja sukses mencatat 312.937 pelanggan.
Perusahaan transportasi KAI juga mengoperasikan sebanyak 4.029 perjalanan kereta api barang untuk angkutan komoditas. Pengiriman batu bara relasi Tanjung Enim Baru menuju Tarahan mencapai volume sebesar 11.280.793 ton.
Komoditas semen zak tercatat sebesar 83.680 ton diikuti angkutan semen curah sejumlah 20.014 ton. Selain itu terdapat pula distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang berhasil mencapai angka 52.593 ton.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menjelaskan potensi besar konektivitas kereta api Lampung. Secara historis wilayah Lampung memiliki jejak jalur lama kereta api rute Garuntang menuju Telukbetung.
“Potensi Lampung perlu dibaca dari peta konektivitasnya. Di sana terdapat pelabuhan, sentra industri, lintas penumpang, dan jalur barang dengan volume besar. Ketika rel diperkuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang lebih efisien, mobilitas masyarakat yang lebih mudah, dan daya saing wilayah yang semakin baik,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
Anne menambahkan bahwa perkeretaapian masa depan akan berfokus pada penguatan sektor logistik energi daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam laporan resmi yang dirilis KAI pada hari Kamis, 18 Juni 2026.
“KAI terus memperkuat keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan agar sejarah panjang rel di Lampung memberi manfaat yang semakin relevan. Kereta api bukan cerita masa lalu semata, melainkan bagian dari cara wilayah tumbuh, masyarakat terhubung, dan ekonomi bergerak lebih efisien,” ujar Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....