KAI Kelola 476,460 Kilometer Rel Aktif di Sumatra Utara

  • 18 Jun 2026 00:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan jalur kereta api aktif sepanjang 476,460 kilometer di wilayah Sumatra Utara.
  • Volume pengangkutan komoditas logistik di wilayah Sumatra Utara mencapai 318.481,832 ton hingga periode Mei 2026.
  • Perusahaan terus meningkatkan aspek keselamatan perjalanan melalui pengawasan intensif terhadap 148 perlintasan sebidang yang terjaga.

RRI.CO.ID, Medan - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan jalur kereta api aktif sepanjang 476,460 kilometer di Sumatra Utara. Perusahaan mengoperasikan sebanyak 43 stasiun aktif pada 13 kabupaten atau kota di wilayah tersebut.

Layanan transportasi massal ini berhasil mengangkut sebanyak 2.638.592 penumpang sepanjang tahun 2025 di wilayah tersebut. Selain itu perusahaan mencatat jumlah penumpang mencapai 235.824 orang khusus pada periode bulan Mei 2026.

Manajemen perusahaan merilis laporan pencapaian operasional tersebut secara resmi pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Perusahaan mengangkut logistik kereta api sebanyak 318.481,832 ton hingga bulan Mei 2026 di wilayah tersebut.

Perusahaan mencatat kenaikan volume pengangkutan logistik sebesar 2,02 persen dibanding dengan pencapaian tahun lalu. Kereta api mengangkut logistik sebanyak 312.169,979 ton pada periode yang sama tahun lalu di daerah tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa kereta api selalu hadir sebagai penghubung masyarakat. Perusahaan mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) dengan total volume sebesar 145.959,255 ton ke berbagai wilayah.

“Rel Sumatra Utara lahir dari kebutuhan akses. Dulu menghubungkan perkebunan dan pelabuhan, hari ini melayani perjalanan masyarakat, rantai pasok, kawasan industri, bandara, dan pusat-pusat ekonomi,” ujar Anne.

Anne menjelaskan bahwa wilayah Sumatra Utara merupakan simpul sangat penting bagi konektivitas Trans Sumatra. Kereta logistik mengangkut petikemas sebanyak 130.012,781 ton serta Crude Palm Oil (CPO) sebesar 40.280,260 ton di wilayah tersebut.

“Berangkat dari arahan Presiden, KAI melihat Sumatra Utara sebagai simpul penting Trans Sumatra. Penguatan layanan kereta api di wilayah ini harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat efisiensi logistik daerah,” kata Anne.

Ia menegaskan bahwa kepastian perjalanan kereta api sangat membantu kelancaran mobilitas harian para pelanggan. Perusahaan mendistribusikan Barang Hantaran Potongan (BHP) sebanyak 1.692,906 ton serta lateks sebanyak 536,630 ton ke stasiun tujuan.

“Bagi pelanggan, kereta api memberi kepastian perjalanan. Bagi pelaku usaha, kereta api membantu menjaga distribusi. Bagi daerah, stasiun membuka akses menuju layanan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan,” ujar Anne.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengatakan sejarah perkeretaapian harus selalu dijaga. Deli Spoorweg Maatschappij mengoperasikan jalur kereta api Medan menuju Labuhan sepanjang 16,743 kilometer sejak 25 Juli 1886.

“KAI menjaga sejarah rel Sumatra Utara sebagai energi untuk melayani masa depan. Setiap peningkatan layanan akan dilakukan bertahap, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta kemajuan daerah,” kata Wisnu.

Ia menegaskan perjalanan 140 tahun lintas Medan menuju Labuhan membuktikan peran panjang sejarah perkeretaapian nasional. Jalur kereta api tersebut menghubungkan komoditas perkebunan menuju kawasan pelabuhan serta bandara internasional di daerah.

Perusahaan juga memprioritaskan keselamatan perjalanan dengan mengawasi sebanyak 148 titik perlintasan sebidang yang terjaga. Pemerintah mendukung keselamatan perjalanan kereta api dengan menyediakan sebanyak 17 flyover serta 17 underpass.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....