Realisasi Program 3 Juta Rumah Capai 324.213 Unit
- 17 Jun 2026 23:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat Program 3 Juta Rumah dengan capaian fisik sebesar 324.213 unit.
- Jalur Pengembang memberikan kontribusi terbesar dalam pembangunan rumah layak huni nasional.
- Kementerian PKP menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni selesai pada November 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Realisasi pembangunan dan renovasi Program 3 Juta Rumah nasional berhasil menembus angka 324.213 unit. Pemerintah berupaya keras mengatasi kekurangan hunian nasional yang kini sedang dirasakan oleh 9,9 juta keluarga.
Penyediaan hunian layak tersebut menyasar perbaikan sebanyak 26,9 juta unit rumah tidak layak huni. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Rilis data disampaikan dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pada Rabu, 17 Juni 2026.
“Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) per 13 Juni 2026, hingga pekan kedua bulan ini, realisasi Program 3 Juta Rumah secara nasional telah mencapai 324.213 unit pada tahun 2026,” ujar Qodari.
Ia menjelaskan capaian program strategis tersebut diperoleh dari empat jalur pelaksanaan yang berbeda. Kontributor terbesar berasal dari Jalur Pengembang yang berhasil merealisasikan pembangunan sebanyak 181.291 unit rumah.
Capaian dari pengembang tersebut setara dengan 28,54 persen dari total target awal sebesar 635.122 unit. Sementara itu, Jalur Swadaya mencatat realisasi sebanyak 83.210 unit dari target keseluruhan 188.140 unit.
Realisasi fisik pada Jalur Swadaya tersebut sudah menyentuh angka sebesar 44,23 persen dari target. Selanjutnya, Jalur Negara telah berhasil membangun sebanyak 55.655 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Jumlah capaian tersebut setara dengan 10,91 persen dari total target pembangunan sebanyak 510.046 unit. Kemudian, pengerjaan melalui Jalur Gotong Royong tercatat telah menyelesaikan pembangunan fisik sebanyak 4.057 unit.
Pencapaian Jalur Gotong Royong tersebut setara dengan 11,07 persen dari target awal sebanyak 36.639 unit. Program strategis ini dirancang untuk menyediakan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Qodari menegaskan pembangunan hunian layak ini merupakan wujud nyata komitmen dari pemerintah pusat. Langkah nyata tersebut juga ditujukan untuk mendorong pemerataan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah merupakan salah satu wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial ekonomi,” kata Qodari.
Ia memaparkan perkembangan program bedah rumah nasional melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Realisasi fisik dari pelaksanaan program bedah rumah swadaya tersebut tercatat telah mencapai 13,51 persen.
Qodari menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan rumah tidak layak huni dapat selesai pada November 2026. Langkah percepatan tersebut saat ini terus difokuskan pada proses verifikasi data calon penerima bantuan.
"Saat ini, percepatan difokuskan pada proses verifikasi calon penerima bantuan. Dari target awal sekitar 400.000 unit, proses verifikasi telah mencapai sekitar 300.000 unit dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2026," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....