Volume Penumpang Stasiun Ngunut Meningkat 11,73 Persen
- 17 Jun 2026 00:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stasiun Ngunut mencatat pertumbuhan jumlah pergerakan penumpang sebesar 11,73 persen pada periode Januari hingga Mei 2026.
- Layanan kereta api di wilayah Tulungagung bagian timur mempermudah mobilitas harian serta mendukung perkembangan perekonomian masyarakat setempat.
- Keberadaan sarana transportasi massal tersebut turut membuka akses wisata menuju berbagai destinasi populer di sekitar daerah Tulungagung.
RRI.CO.ID, Tulungagung - Jumlah pergerakan penumpang di Stasiun Ngunut mencapai 9.735 orang selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11,73 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya.
Pelanggan yang berangkat dari stasiun tersebut tercatat sebanyak 5.248 orang dengan peningkatan mencapai 12,47 persen. Sementara itu, jumlah penumpang yang turun tercatat sebanyak 4.487 orang atau tumbuh sebesar 10,87 persen.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan fungsi stasiun tersebut. Stasiun kelas dua di Daerah Operasi (Daop) 7 ini berada di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
“Stasiun Ngunut memperlihatkan bagaimana kereta api tetap menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat daerah. Kehadirannya membantu warga menjangkau pusat pendidikan, tempat kerja, pasar, layanan kesehatan, dan kota-kota lain dengan perjalanan yang lebih terjadwal dan terjangkau,” ujar Anne.
Pihak manajemen KAI melaporkan data pergerakan penumpang kereta api pada Selasa, 16 Juni 2026. Keberadaan stasiun tersebut berkaitan dengan pengembangan jaringan transportasi kereta api lintas Blitar menuju Kediri.
Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Ngunut Dalam Angka 2025 mencatat data kependudukan daerah itu. Kecamatan tersebut terdiri atas 18 desa serta kelurahan yang dihuni sekitar 85 ribu jiwa penduduk.
Kecamatan Ngunut dikenal luas sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di wilayah Tulungagung bagian timur. Letak stasiun tersebut berdekatan dengan Pasar Rakyat Ngunut beserta sejumlah area pertokoan dan perbankan.
Sektor pertanian serta industri rumah tangga menopang roda perekonomian masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Keberadaan transportasi publik ini membantu warga sekitar dalam menjangkau berbagai pusat ekonomi regional secara mudah.
Layanan transportasi jarak jauh tersebut meliputi Kereta Api (KA) Brantas, KA Singasari, serta KA Matarmaja. Masyarakat setempat juga dapat menggunakan Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran untuk perjalanan lokal.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memberikan penjelasan tambahan mengenai kemudahan akses tersebut. Akses transportasi massal ini membuka peluang sektor pariwisata pada wilayah Kabupaten Tulungagung bagian timur.
“Bagi masyarakat Ngunut, stasiun adalah akses menuju kesempatan yang lebih luas. Dari stasiun ini, warga dapat berangkat bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas perdagangan, dan menjaga hubungan keluarga antarkota. Karena itu, KAI terus menjaga layanan di stasiun-stasiun daerah agar manfaat kereta api semakin dirasakan masyarakat,” kata Wisnu Pramudya.
Wisatawan dapat mengunjungi objek wisata alam seperti Ranu Gumbolo maupun destinasi wisata Puncak Jowin. Pengunjung dapat menikmati kawasan kuliner yang terletak di sekitar area pusat Pasar Rakyat Ngunut.
Manajemen KAI mengimbau para pelanggan untuk merencanakan agenda perjalanan mereka menggunakan aplikasi Access by KAI. Para calon penumpang wajib memastikan jadwal keberangkatan kereta api secara teliti sebelum mereka melakukan perjalanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....