KAI Services Buka Peluang Kemitraan UMKM di Kampus IPB

  • 13 Jun 2026 01:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI Services membuka peluang kemitraan strategis dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
  • Kegiatan sosialisasi bincang wicara ini berlangsung di Kampus Institut Pertanian Bogor untuk mendorong wirausaha muda berorientasi ekspor.
  • Kolaborasi bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia membantu proses kurasi produk berkualitas agar siap bersaing secara global.

RRI.CO.ID, Bogor - Kereta Api Indonesia (KAI) Services membuka peluang kemitraan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini bertujuan untuk menciptakan akses pasar bagi produk lokal berkualitas di jaringan kereta.

Sosialisasi program tersebut berlangsung pada hari Jumat, 12 Juni 2026 di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini dikemas dalam bincang wicara untuk mengembangkan para wirausaha muda berorientasi ekspor tersebut.

Direktur Bisnis Konsumer KAI Services Lies Permana Lestari menjelaskan latar belakang kemitraan strategis tersebut. Perusahaan ini memanfaatkan jaringan rel kereta api yang membentang luas di Jawa dan Sumatra.

“Melalui berbagai program, KAI Services membantu menciptakan pasar bagi produk UMKM berkualitas yang dikurasi dengan baik, meningkatkan daya saing, konsistensi kualitas produk, serta kemampuan pemasaran UMKM, seperti melalui penjualan di channel KAI Services seperti di Restaurant on Train, Loko Cafe dan beberapa chanel lainnya,” ujar Lies dalam program Campuspreneur Pengembangan Wirausaha Muda berorientasi Ekspor di Kampus IPB Bogor.

Lies memaparkan kolaborasi ini juga menyediakan berbagai pilihan kanal promosi dan penjualan langsung. Kanal pemasaran ini melibatkan aplikasi Acces by KAI dan penjualan produk kuliner di atas kereta.

“Salah satu Langkah strategis yang diambil KAI Services adalah dengan melakukan Kerjasama dengan Kementerian Perdagangan RI telah melakukan pembinaan dan pendampingan UMKM dengan sangat baik sehingga para UMKM dapat melahirkan produk-produk yang berkualitas. Kami mengkurasi produk UMKM tersebut dan yang terbaik kami beri kesempatan untuk dijual di atas kereta dan di Loko Cafe. Dari kolaborasi ini diharapkan menghasilkan produk berkualitas tinggi, siap bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujar Lies.

Salah satu mahasiswa Institut Pertanian Bogor bernama Dani turut membagikan pandangannya mengenai kegiatan tersebut. Para peserta tampak sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai model kemitraan dengan pelaku usaha.

"Acara ini sangat bagus karena banyak wawasan yang kita dapat dari diskusi ini," ujar Dani.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Diskusi ini menghadirkan Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Dewi Rokhayati, sebagai pembicara.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan, Abu Amar, juga menjadi narasumber. Kehadiran para tokoh tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengembangan wirausaha muda nasional berorientasi ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....