KAI Percepat Elektrifikasi Jalur Kereta untuk Tekan Polusi Nasional

  • 12 Jun 2026 00:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat program elektrifikasi lintas rel untuk mengurangi emisi sektor transportasi.
  • Kementerian Perhubungan memproyeksikan pemerataan jaringan kereta listrik di luar perkotaan secara bertahap hingga tahun 2045.
  • Lembaga UK Partnering for Accelerated Climate Transitions turut mendampingi penyusunan peta jalan dekarbonisasi transportasi massal.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat program elektrifikasi lintas rel untuk menarik perpindahan pengguna jalan raya. Langkah taktis ini dirancang guna menekan dominasi polusi udara dari kendaraan pribadi secara nasional.

Modernisasi jalur rel ramah lingkungan dibahas dalam diskusi di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta. Kegiatan tersebut dilangsungkan berbagai pemangku kepentingan pada Kamis, 11 Juni 2026.

Vice President of Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan menjelaskan pentingnya akselerasi migrasi transportasi darat. Pengoperasian kereta bertenaga baterai atau listrik terbukti mampu meminimalkan polusi suara di sekitar jalur rel.

"Akselerasi migrasi dari jalan raya ke moda rel adalah kunci tercepat dan paling efisien menurunkan beban emisi sektor transportasi secara nasional. Artinya, ketika kita bisa meningkatkan porsi dari penggunaan kereta api itu sendiri, otomatis itu akan mendorong atau memberikan shifting dari emisi-emisi dari subsektor transportasi yang lainnya," ujar Tria Mutiari Meilan.

Tria menambahkan peralihan sarana transportasi darat dapat menghemat kapasitas tampung penumpang dengan efisien. Sinergi lintas sektoral ini terus didorong guna mendukung keberlanjutan program pengurangan emisi karbon nasional.

"Dan yang kedua adalah shifting, yaitu penurunan emisi sektor darat dari alih moda yang dioptimalkan penambahan kapasitas sarana dan kapasitas lintasnya. Jadi ini adalah sinergi yang bisa dilakukan," katanya.

Koordinator Kelompok Evaluasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Andi Guntur Asapa memproyeksikan pemerataan jaringan tersebut. Fokus pengembangan jaringan jangka panjang tersebut diarahkan pada kawasan padat di luar wilayah perkotaan.

"Sedangkan untuk antarkota mungkin tidak banyak ya, mungkin ada lebih jangka panjang. Memang kalau dari segi masterplan itu banyak, ada rencana strategi elektrifikasi lintas utara, lintas selatan dan seterusnya, tapi itu mungkin jangka panjang, 2045 dan seterusnya," kata Andi Guntur Asapa.

Andi menerangkan pengalihan angkutan logistik berbasis rel mampu mengurangi beban jalan raya nasional. Konsep pemindahan muatan barang diyakini efektif meminimalkan risiko kerusakan aspal jalan akibat muatan berlebih.

"Pengalihan angkutan barang dari jalan ke kereta api itu juga sangat mendukung sekali. Itu juga mungkin tidak hanya perkotaan saja, tapi jarak jauh dari angkutan barang juga sangat penting terkait dengan logistik," ujarnya.

Perwakilan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Indonesia Cesar turut mendampingi program dekarbonisasi. Program tersebut bertujuan memperkuat daya dukung perkotaan lewat penerapan teknologi perkeretaapian pintar ramah lingkungan.

"Kenapa kami bergerak di sini? Karena sektor transportasi menyumbang setidaknya 12 persen dari total emisi keseluruhan. Dan sebetulnya, kami tidak hanya mendorong perkeretaapian, namun kami mendorong seluruh subsektor transportasi, Pak," ucap Cesar.

Cesar menguraikan pihaknya membantu kementerian terkait dalam merancang peta jalan dekarbonisasi transportasi massal. Rencana aksi dekarbonisasi tersebut juga menyasar perbaikan integrasi fisik stasiun dengan sarana angkutan pengumpan.

"Tadi disebutkan bahwa sedang menyusun peta jalan dekarbonisasi transportasi. Kebetulan UK PACT juga yang membantu teman-teman di PPTB dan juga Kementerian Perhubungan untuk menyusun peta jalan transportasi, khususnya yang lebih rendah emisi," ucapnya.

Pergeseran gaya hidup masyarakat menuju transportasi publik dipastikan mendapat dukungan sarana prasarana yang memadai. Implementasi proyek elektrifikasi lintas kereta akan mempercepat pemulihan kualitas udara bersih di perkotaan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....