KAI Targetkan Emisi Nol Bersih Penuh pada 2060

  • 11 Jun 2026 22:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pencapaian target emisi nol bersih secara penuh pada tahun 2060.
  • Pemerintah Inggris mendukung program dekarbonisasi perkeretaapian nasional melalui kemitraan strategis UK PACT.
  • Manajemen korporasi berupaya menarik instrumen pembiayaan hijau internasional demi mendukung sistem transportasi ramah lingkungan.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pencapaian target emisi nol bersih secara penuh pada tahun 2060. Perusahaan transportasi massal berbasis rel tersebut meluncurkan peta jalan strategis guna mencapai target dekarbonisasi.

Inisiatif besar tersebut didukung penuh oleh Pemerintah Inggris melalui kemitraan strategis UK PACT. Pola kolaborasi ini berupaya menyelaraskan transisi energi dengan memperluas jangkauan elektrifikasi jalur kereta nasional.

Vice President of Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan menjelaskan rencana strategis dekarbonisasi tersebut. Acara peluncuran peta jalan tersebut berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

"Strategi Net Zero Emission ini kami susun dalam rangka kontribusi kereta api terhadap strategi dekarbonisasi nasional. Jadi tentunya kami ingin memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta juga kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan-masukan," ujar Tria Mutiari Meilan.

Tria menjelaskan pentingnya perpindahan moda transportasi masyarakat demi mempercepat penurunan emisi karbon nasional secara signifikan. Sektor perkeretaapian nasional sendiri hanya menyumbang satu persen dari total polusi udara sektor transportasi di Indonesia.

"Akselerasi migrasi dari jalan raya ke moda rel adalah kunci tercepat dan paling efisien menurunkan beban emisi sektor transportasi secara nasional. Itu jadi artinya ketika kita bisa meningkatkan porsi dari penggunaan kereta api itu sendiri, otomatis itu akan mendorong atau memberikan shifting dari emisi-emisi dari subsektor transportasi yang lainnya," ujarnya.

Koordinator Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal (Setditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Andi Guntur Asapa menyampaikan dukungannya. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tengah meninjau kembali Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS).

"UK PACT fase dua ini merupakan tindak lanjut dari Future Cities Space Phase One Pemerintah Inggris, di mana Pemerintah Inggris dimaksud untuk melanjutkan ke Phase Two selama 18 bulan dengan tujuan membangun kerangka kerja sama antara Indonesia dan Inggris. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah sebagai pengembangan transportasi berkelanjutan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam perumusan kebijakan," kata Andi Guntur Asapa.

Andi kemudian menjelaskan upaya penyelarasan program kerja tersebut demi mendukung keberhasilan target jangka panjang. Pemerintah juga berupaya menyelaraskan pembangunan infrastruktur rel dengan target penurunan gas rumah kaca global.

"Dalam kerja sama ini, diharapkan dapat terwujud penyelarasan RIPNAS yang tadi kami sampaikan dengan target Net Zero Emission yang dapat mendukung dalam penyusunan kebijakan, di mana strategic approach dan pertimbangan sumber pembiayaan diaplikasikan. Terdapat beberapa program di RIPNAS yang belum sepenuhnya terlaksana, dan itu perlu untuk menjadi perhatian dalam penyusunan RIPNAS periode berikutnya di 2030," ujarnya.

Project Director Kynergy Consulting Rekyan Eckersley turut memberikan pandangan mendalam mengenai kerja sama ini. Manajemen korporasi mulai melirik instrumen pembiayaan hijau dari berbagai lembaga donor internasional maupun investor.

"Fokus kami adalah memberikan input dekarbonisasi bagi strategi nasional, menyusun kriteria proyek hijau, serta mendukung strategi Net Zero Emission atau NZE, dan kerangka ESG PT KAI agar siap menarik investasi green financing secara internasional. Apa yang dipresentasikan pada hari ini adalah hasil ko-kreasi dari dialog dan data, demi memastikan perkeretaapian dapat mengambil peran optimal dalam mencapai target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060," kata Rekyan Eckersley.

Rekyan mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun dalam mendorong perkeretaapian nasional menuju masa depan hijau. Program bantuan teknis tersebut juga melibatkan penguatan kapasitas internal perusahaan demi menghadapi standar lingkungan.

"Meskipun program UK PACT mungkin akan segera berakhir, namun kami berharap warisan kebijakan, kapasitas, dan kolaborasi yang telah terbangun akan terus berlanjut. Perkeretaapian bukan hanya tentang rel dan lokomotif, ini tentang bagaimana kita memilih bergerak menuju masa depan yang lebih hijau," ujarnya.

Pembangunan sistem perkeretaapian berkelanjutan diyakini akan memberikan dampak positif bagi kualitas udara masyarakat sekitar. Keberhasilan program tersebut akan menentukan posisi Indonesia dalam peta persaingan transportasi hijau kancah global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....