KAI Services Latih Pekerja Daop 1 Jakarta K3 dan P3K
- 08 Jun 2026 22:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Services melatih 34 pekerja operasional untuk meningkatkan keselamatan kerja di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta.
- Pelatihan tersebut memberikan pembekalan materi keselamatan kerja dan praktik langsung pertolongan pertama pada kecelakaan.
- Perusahaan berkomitmen menjaga lingkungan operasional yang aman demi mewujudkan target nihil kecelakaan kerja.
RRI.CO.ID, Jakarta - KAI Services melatih 34 petugas operasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan keselamatan kerja wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Kegiatan tersebut berupa Pendidikan dan Pelatihan (Diklap) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Pelatihan tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026. Pihak perusahaan merilis data kegiatan pembekalan tersebut secara resmi pada Senin, 8 Juni 2026.
Manager Health, Safety, and Environment (HSE) Kantor Pusat KAI Services Jarwanto menjelaskan berbagai materi teknis. Para peserta terdiri atas Tenaga Alih Daya (TAD), petugas Checker, dan Cleaning Service unit angkutan barang.
Ia memaparkan mitigasi risiko melalui materi prinsip dasar keselamatan kerja dan penanggulangan kondisi darurat kebakaran. Materi tersebut juga mencakup teori segitiga api serta tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Aspek-aspek ini sangat krusial mengingat operasional angkutan barang memiliki karakteristik area kerja dengan tingkat risiko yang tinggi.” ujar Jarwanto.
Sementara itu, Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita menyatakan komitmen penuh perusahaan terhadap keselamatan pekerja. Dukungan tersebut diberikan bagi seluruh tenaga kerja operasional lini terdepan di wilayah kerja mereka.
“Tidak hanya teori, dalam Diklap ini juga dilengkapi dengan evaluasi pre-test 5 menit untuk menyegarkan materi, serta praktik K3 dan P3K langsung setelah pemaparan selesai. Rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan operasional yang aman, responsif, dan nihil kecelakaan (zero accident),” ujar Nyoman.
Ia menambahkan simulasi langsung bertujuan agar seluruh personel lapangan memiliki ketangkasan bertindak cepat. Sesi praktik tersebut juga melatih kemampuan koordinasi tanggap darurat bagi para petugas di lapangan.
"KAI Services secara konsisten mengedukasi seluruh pekerja lapangan, termasuk tenaga alih daya, untuk selalu waspada, memahami jalur evakuasi, serta mampu mengidentifikasi risiko guna meminimalkan tindakan tidak aman (unsafe act) maupun kondisi tidak aman (unsafe condition). Kami menekankan bahwa ketika melihat atau mendeteksi hal yang membahayakan di sekitar lingkungan kerja, seluruh personel wajib segera melaporkan potensi bahaya tersebut demi mewujudkan lingkungan kerja yang zero accident," ujar Nyoman.
Sinergi regulasi keselamatan kerja dan ketangkasan penanganan darurat diharapkan mampu membentuk karakter petugas yang preventif. Upaya berkelanjutan tersebut diharapkan mampu mewujudkan kegiatan operasional angkutan barang bebas dari kecelakaan kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....