Pipa Gas Cisem II Sepanjang 242 Kilometer Resmi Beroperasi

  • 08 Jun 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah meresmikan kesiapan operasional penuh Pipa Transmisi Gas Bumi Cisem II di Indramayu.
  • Proyek strategis nasional ini terbukti menyerap banyak tenaga kerja lokal selama masa konstruksi.
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjuk Pertagas untuk mengelola operasional pipa transmisi.

RRI.CO.ID, Indramayu - Pipa transmisi gas bumi Cisem II sepanjang 242 kilometer kini telah siap beroperasi penuh. Infrastruktur ini menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pipa transmisi tersebut menghubungkan wilayah Batang di Jawa Tengah hingga wilayah Kandang Haur Timur di Jawa Barat. Pemerintah mengoperasikan jaringan ini guna memperkuat integrasi transmisi energi gas bumi dari Sumatera hingga Jawa.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman memberikan pernyataannya. Seremonial uji coba sistem pipa gas tersebut telah sukses dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

“Setelah keberhasilan Cisem I, hari ini kita menyaksikan commissioning Cisem II yang semakin memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi nasional. Infrastruktur ini akan meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas dan memperkuat keandalan pasokan energi. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik,” kata Laode.

Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara Aldiansyah Idham turut menyampaikan pandangan mengenai integrasi. Sebelumnya uji coba sistem juga telah dilakukan pada pertengahan Maret 2026 di Jawa Tengah.

“Commissioning Cisem II merupakan momentum yang telah lama dinantikan. Infrastruktur ini memungkinkan sistem penyaluran gas menjadi semakin fleksibel dan terintegrasi, sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi nasional. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia,” ujar Aldiansyah.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono juga memberikan penjelasan mengenai kemajuan proyek. Pembangunan infrastruktur tersebut sukses menyerap sebanyak 1.981 orang tenaga kerja lokal pada tahun 2025.

“Proyek ini tidak hanya sukses secara fisik, tetapi juga menjadi contoh implementasi Good Corporate Governance dan keselamatan kerja yang tinggi. Kami mencatat kumulatif jam kerja aman sebesar 4.659.090 jam tanpa ada insiden fatal (zero accident). Selain itu, pada masa puncak konstruksi di periode Juni hingga Juli 2025, proyek ini menyerap tenaga kerja maksimal hingga 1.981 orang. Dari sisi kemandirian industri, hasil self-assessment mencatat tingkat serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60,58%, yang saat ini sedang dalam proses verifikasi akhir,” ujar Agung.

Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Indra P. Sembiring turut menyatakan kesiapan operasional infrastruktur. Mitra strategis tersebut resmi terpilih menjadi operator setelah melalui proses seleksi pada April 2026.

“Dengan selesainya commissioning di Kandang Haur Timur, sistem Cisem II kini telah terhubung dengan fasilitas operasi Pertagas dan siap dioperasikan. Sebagai operator yang ditunjuk oleh Kementerian ESDM, Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat untuk memastikan pengoperasian infrastruktur ini berjalan secara aman, andal, dan optimal. Kehadiran Cisem II akan semakin memperkuat konektivitas jaringan pipa gas bumi nasional serta meningkatkan fleksibilitas operasi sistem transmisi gas,” ucap Indra.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan keputusan khusus mengenai pengelolaan operasional sistem pipa. Regulasi tanggal 13 Maret 2026 itu menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS).

Sumber pasokan utama aliran gas bumi pada tahap awal berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru. Aliran tersebut diharapkan mampu langsung meningkatkan produktivitas Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Jawa Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....