Mengenal Sejarah Hari Pasar Modal Indonesia yang Diperingati Setiap 3 Juni
- 03 Jun 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Pasar Modal Indonesia diperingati setiap 3 Juni untuk mengenang reaktivasi bursa pada 1977.
- Bursa efek pertama di Indonesia didirikan di Batavia pada 1912 sebelum berkembang ke Surabaya dan Semarang.
- PT Semen Cibinong menjadi emiten pertama setelah pengaktifan kembali pasar modal nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Pasar Modal Indonesia diperingati setiap 3 Juni untuk mengenang reaktivasi pasar modal nasional. Momentum tersebut juga menjadi pengingat perjalanan panjang industri keuangan Indonesia hingga saat ini.
Mengutip Bursa Efek Indonesia (BEI), tanggal 3 Juni dipilih karena bertepatan dengan pembukaan kembali pasar modal Indonesia. Pemerintah mengaktifkan kembali aktivitas bursa setelah sempat berhenti selama beberapa dekade.
Awal Mula Pasar Modal di Indonesia
Sejarah pasar modal Indonesia sebenarnya telah dimulai sejak masa kolonial Belanda pada 1912. Pemerintah Hindia Belanda mendirikan bursa efek pertama di Batavia atau Jakarta.
Bursa tersebut dibentuk untuk mendukung perdagangan surat berharga perusahaan-perusahaan Belanda di Nusantara. Aktivitas pasar modal kemudian berkembang ke Surabaya dan Semarang.
Namun, perdagangan efek sempat terhenti akibat Perang Dunia I dan krisis ekonomi global. Kondisi tersebut berlanjut hingga Perang Dunia II yang memengaruhi aktivitas ekonomi dunia.
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, pasar modal belum berjalan secara optimal. Pemerintah saat itu lebih memprioritaskan pembangunan ekonomi dan stabilitas negara.
Pembukaan Kembali Bursa Efek pada 3 Juni 1977
Tonggak penting sejarah pasar modal Indonesia terjadi pada 3 Juni 1977. Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto secara resmi membuka kembali pasar modal nasional.
Pembukaan kembali dilakukan melalui pengaktifan Bursa Efek Jakarta yang dikelola pemerintah. Saat itu, pengelolaan bursa berada di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal atau Bapepam.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Pasar Modal Indonesia setiap 3 Juni. Reaktivasi bursa dianggap sebagai awal kebangkitan pasar modal modern Indonesia.
Pada masa awal pengoperasiannya, jumlah perusahaan tercatat masih sangat terbatas. PT Semen Cibinong menjadi emiten pertama yang mencatatkan sahamnya pada 1977.
Perkembangan Pasar Modal Era 1980-an dan 1990-an
Meski telah diaktifkan kembali, perkembangan pasar modal awalnya berjalan cukup lambat. Jumlah investor dan perusahaan tercatat masih tergolong sedikit.
Momentum pertumbuhan mulai terlihat setelah pemerintah menerbitkan sejumlah paket deregulasi. Kebijakan tersebut dikeluarkan pada akhir dekade 1980-an.
Paket Desember 1987 atau Pakdes 1987 menjadi salah satu kebijakan penting. Selain itu terdapat Paket Oktober 1988 atau Pakto 1988.
Pemerintah juga menerbitkan Paket Desember 1988 atau Pakdes 1988. Berbagai kebijakan tersebut mendorong pertumbuhan pasar modal nasional.
Melalui deregulasi tersebut, perusahaan lebih mudah melakukan penawaran saham perdana atau IPO. Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal juga meningkat signifikan.
Dampaknya, jumlah emiten dan investor terus bertambah sepanjang dekade 1990-an. Pasar modal berkembang menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional.
Penggabungan Bursa Menjadi Bursa Efek Indonesia
Perjalanan pasar modal memasuki babak baru pada 2007 melalui penggabungan dua bursa. Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya resmi bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia.
Penggabungan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan memperkuat daya saing nasional. Langkah tersebut juga mempermudah akses investor terhadap berbagai instrumen investasi.
Sejak penggabungan tersebut, seluruh perdagangan saham dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia. BEI menjadi pusat perdagangan efek nasional hingga sekarang.
Peran Pasar Modal bagi Perekonomian
Pasar modal memiliki fungsi penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Keberadaannya menjadi sarana penghimpunan dana jangka panjang bagi perusahaan dan pemerintah.
Melalui pasar modal, perusahaan dapat memperoleh modal untuk melakukan ekspansi usaha. Sementara masyarakat memiliki kesempatan untuk berinvestasi secara legal.
Instrumen investasi yang tersedia meliputi saham, obligasi, dan reksa dana. Selain itu terdapat Exchange Traded Fund atau ETF.
Instrumen lainnya adalah Real Estate Investment Trust atau REIT. Masyarakat juga dapat berinvestasi melalui surat berharga negara.
Keberadaan pasar modal membantu meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan. Partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi nasional juga semakin luas.
Makna Hari Pasar Modal Indonesia
Peringatan Hari Pasar Modal Indonesia menjadi pengingat perjalanan industri keuangan nasional. Momentum tersebut menandai kebangkitan pasar modal sejak reaktivasi bursa pada 1977.
Peringatan ini dimanfaatkan oleh Bursa Efek Indonesia dan pelaku industri keuangan. Otoritas Jasa Keuangan serta komunitas investor juga turut berpartisipasi.
Berbagai kegiatan dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi masyarakat. Upaya tersebut diharapkan memperluas pemahaman masyarakat mengenai pasar modal.
Dengan jumlah investor yang terus bertambah setiap tahun, pasar modal terus berkembang. Industri ini menjadi simbol pasar keuangan Indonesia yang modern dan berdaya saing global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....