KAI Commuter Imbau Jangan Loncat saat Kereta Belum Berhenti
- 29 Mei 2026 23:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna Commuter Line untuk tidak meloncat naik atau turun.
- Keselamatan pengguna adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan Commuter Line.
RRI.CO.ID, Jakarta - KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna Commuter Line untuk tidak meloncat naik atau turun. Hal ini mencegah potensi kecelakaan saat rangkaian kereta belum benar-benar berhenti sempurna di peron stasiun.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan kejadian ini biasanya terjadi di stasiun transit dari KAJJ atau kereta lokal dengan layanan Commuter Line Jabodetabek saat pengguna memaksakan diri atau terburu-buru. "Tindakan ini merupakan pelanggaran keselamatan yang sangat serius, karena dapat mencelakai diri sendiri dan pengguna lainnya yang sedang menunggu di area peron," kata Karina, Jumat 29 Mei 2026.
KAI Commuter menekankan poin penting yang wajib dipatuhi. Yakni dilarang keras membuka pintu kereta secara paksa saat rangkaian belum berhenti sempurna.
Pengguna harus mendahulukan yang turun terlebih dahulu sebelum yang lain masuk ke dalam kereta. Serta selalu memperhatikan celah antara peron dengan pintu kereta.
KAI Commuter juga mengingatkan orang tua yang membawa anak-anak untuk meningkatkan pengawasan ekstra, terutama saat berada di area peron yang berbatasan langsung dengan jalur kereta.
Petugas pengamanan stasiun selalu disiagakan di sepanjang peron untuk memantau pergerakan penumpang. Petugas juga memberikan peringatan keselamatan dan siap sedia memberikan bantuan bagi pengguna yang membutuhkan.
KAI Commuter berkomitmen menciptakan ekosistem perjalanan yang aman bagi seluruh pengguna Commuter Line. "Dengan mematuhi aturan-aturan sederhana ini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menghormati hak pengguna lain ," ucap Karina.
"Edukasi keselamatan terus digencarkan KAI Commuter kepada masyarakat luas. Pelanggaran aturan keselamatan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....