Indonesia Gas Society Dorong Optimalisasi LNG Nasional
- 28 Mei 2026 14:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Konektivitas Barat-Timur: Pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi solusi taktis untuk menyalurkan gas dari sumber melimpah di Indonesia Timur ke pusat industri di Jawa dan Sumatera.
- Menekan Biaya Impor: Optimalisasi LNG domestik diproyeksikan mampu mengurangi dominasi minyak bumi impor, sehingga struktur ekonomi nasional menjadi lebih mandiri.
- Terminal Penerima Dipercepat: Pembangunan infrastruktur terminal penerima LNG di berbagai pelabuhan utama terus dikebut untuk menjaga stabilitas harga energi industri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi solusi taktis untuk mengatasi ketimpangan pasokan energi di Indonesia. Hal itu disampaikan Chairman Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof .
Menurutnya, sumber gas alam berlimpah di bagian timur akan diintegrasikan menuju pusat-pusat industri barat. Selama ini, pusat industri di Pulau Jawa dan Sumatra kerap mengalami kendala keterbatasan pasokan gas bumi.
Ia mengatakan, pengapalan LNG dipandang sebagai metode logistik paling efisien guna menghubungkan pulau-pulau besar di nusantara. Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu menekan biaya operasional manufaktur yang selama ini bergantung pada minyak impor.
Keberhasilan program konektivitas energi ini akan memperkuat struktur ketahanan ekonomi nasional dari guncangan global. "Hingga potensi LNG sebagai solusi untuk menghubungkan sumber gas di Indonesia Timur," tutur Chairman Indonesia Gas Society, Aris Mulya Azof saat menjadi narasumber RRI Pro3 dalam program Gastalk episode 4 yang dilansir dari Youtube RRI Pro3, Kamis, 28 Mei 2026.
Selain itu, lanjutnya, optimalisasi potensi wilayah timur ini akan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif. Pembangunan terminal penerima LNG di beberapa pelabuhan utama terus dikebut agar proses bongkar muat berjalan lancar.
"Dengan pusat industri di Jawa dan Sumatra," ucap Aris Mulya Azof menambahkan target integrasi wilayah. Konektivitas pasokan antarpulau ini diproyeksikan mampu menciptakan stabilitas harga gas yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sektor industri manufaktur menyambut baik rencana optimalisasi LNG ini karena dapat menurunkan biaya produksi secara signifikan. Pasokan energi yang stabil juga akan meningkatkan daya saing komoditas ekspor Indonesia di pasar internasional.
Melalui langkah integrasi ini, Indonesia perlahan mengurangi dominasi penggunaan minyak bumi berbiaya tinggi. Masa depan ketahanan energi nasional kini bertumpu pada keberhasilan pemanfaatan potensi gas alam domestik.
Video berita terkait dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=DlhXGwDnCvg
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....