CSR Kini Jadi Strategi Bisnis, Bukan Sekadar Donasi

  • 27 Mei 2026 06:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TOP CSR Awards 2026 digelar di Hotel menjadi penyelenggaraan ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2017.
  • CSR dinilai bukan lagi sekadar filantropi, tetapi strategi bisnis.
  • Pendekatan creating shared value dinilai penting dalam implementasi CSR.

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah tuntutan bisnis yang semakin menekankan keberlanjutan, praktik tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR kini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan. CSR perlahan berubah menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.

Perubahan itulah yang tergambar dalam penyelenggaraan TOP CSR Awards 2026 di Hotel Raffles Jakarta, 25 Mei 2026. Tahun ini menjadi momen spesial karena ajang tersebut memasuki usia satu dekade sejak pertama kali digelar pada 2017.

Sekitar 700 orang hadir dalam acara itu, mulai dari pimpinan perusahaan, pejabat pemerintah, pakar CSR, hingga media massa. Mereka menyaksikan penghargaan diberikan kepada ratusan perusahaan dari berbagai sektor yang dinilai berhasil mengintegrasikan CSR dengan strategi bisnis dan prinsip ESG.

Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, menyebut jumlah peserta terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Jika pada awal penyelenggaraan jumlah peserta masih terbatas, kini lebih dari 1.000 perusahaan masuk daftar seleksi awal.

"Setelah satu dasawarsa, jumlah peserta meningkat lebih dari 400 persen," ujar Lutfi.

Menurut dia, CSR kini tidak lagi sekadar kegiatan donasi atau filantropi. Dunia usaha mulai menyadari bahwa keberlanjutan perusahaan juga ditentukan oleh hubungan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Karena itu, TOP CSR Awards menerapkan penilaian berbasis ISO 26000 SR, ESG, dan business strategy. Penilaian tidak hanya melihat besar kecilnya program CSR, tetapi juga dampak, inovasi, dan keterkaitannya dengan strategi bisnis perusahaan.

Deputi Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani.

Pandangan serupa disampaikan Deputi Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani. Menurut dia, konsep CSR sebenarnya telah lama diperkenalkan pemerintah melalui program Proper sejak 1995.

"Perusahaan tidak cukup hanya mencari profit, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan dan masyarakat sekitar," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Mas Achmad Daniri, menilai pendekatan creating shared value menjadi kunci agar program CSR memberi manfaat bagi perusahaan sekaligus masyarakat.

"Semakin jauh CSR dari strategi bisnis, maka yang terjadi hanya program donasi," ujar Daniri.

Melalui pendekatan tersebut, CSR tidak hanya menjadi simbol kepedulian perusahaan. Namun, juga fondasi penting untuk menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....