KAI Services Gelar Sosialisasi Cegah Fraud di Yogyakarta

  • 24 Mei 2026 00:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT KAI Services melaksanakan sosialisasi pencegahan tindakan fraud di wilayah Regional 6 Yogyakarta.
  • Auditor internal memaparkan penyebab utama terjadinya kecurangan demi memperkuat integritas seluruh insan perusahaan.
  • Perusahaan menyediakan fasilitas Whistleblowing System untuk mempermudah pelaporan pelanggaran secara aman dan transparan.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - KAI Services menggelar sosialisasi pencegahan fraud guna menghindari tindakan kecurangan di Yogyakarta. Kegiatan penting ini bertujuan memperkuat integritas seluruh pekerja serta mencegah potensi terjadinya kerugian bagi perusahaan.

Acara tersebut berlangsung di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo pada Jumat, 22 Mei 2026. Sosialisasi ini menyasar seluruh pekerja di wilayah kerja Regional 6 Yogyakarta secara tatap muka.

Senior Manager Internal Audit KAI Services Aual Cahyadi menjelaskan komitmen kuat perusahaan dalam menolak praktik korupsi. Upaya ini diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan mengenai berbagai modus serta deteksi dini bahaya fraud.

"KAI Services senantiasa melakukan edukasi kepada seluruh Insan KAI Services tentang apa saja modus-modus fraud, tanda-tanda kecurangan, dan cara bagaimana melaporkannya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan memperkuat budaya integritas," ujar Aual.

Tim Internal Auditor Kantor Pusat KAI Services memaparkan tiga penyebab utama terjadinya tindakan fraud. Penyebab tersebut meliputi tekanan ekonomi, kesempatan terbuka, serta rasionalisasi atas perbuatan salah yang dilakukan.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary KAI Services Ixfan Hendri Wintoko menegaskan pentingnya sistem bisnis bersih. Manajemen berkomitmen penuh untuk melindungi identitas pelapor yang mengadukan pelanggaran etika melalui saluran khusus.

“KAI Services memiliki Whistleblowing System sebagai sarana untuk setiap Insan KAI Services melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan oknum pegawai dengan melindungai kerahasiaan data pelapor. Whistleblowing System ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel dan berintegritas,” ujar Ixfan.

Salah seorang peserta sosialisasi bernama Adrian mengapresiasi langkah konkret manajemen dalam menjaga integritas bersama. Ia menilai penyediaan wadah pelaporan tersebut mampu meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja dengan jujur.

“Perusahaan memberikan sarana berupa Whistleblowing System untuk kita melaporkan setiap kecurangan yang terjadi di lingkungan kerja. Ini menjadi semangat buat kita sebagai pekerja untuk menjaga integritas agar lingkungan kerja kondusif dan tidak melakukan apapun bentuk kecurangan di perusahaan,” ujar Adrian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....