Pelanggan Stasiun Lawang Naik 21,67 Persen pada Awal 2026

  • 23 Mei 2026 22:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Stasiun Lawang mencatatkan kenaikan volume pelanggan hingga 21,67 persen sepanjang awal tahun 2026.
  • Mayoritas penduduk usia produktif di kawasan Malang Utara mendorong tingginya mobilitas harian menggunakan kereta api.
  • Kereta api berkontribusi besar dalam mempermudah distribusi komoditas hortikultura serta mendukung sektor pariwisata daerah.

RRI.CO.ID, Malang - Jumlah pelanggan kereta api di Stasiun Lawang meningkat sebanyak 21,67 persen pada awal tahun ini. Kenaikan volume penumpang tersebut memperkuat konektivitas dan mobilitas produktif masyarakat di wilayah Malang Utara.

Stasiun Lawang tercatat melayani sebanyak 10.449 pelanggan berangkat sepanjang Januari-April 2026. Sementara itu, jumlah pelanggan yang tiba di stasiun tersebut mencapai 8.970 orang pada periode sama.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebesar 70,5 persen penduduk wilayah tersebut berada pada rentang usia produktif. Pihak pengelola perkeretaapian merilis data statistik perkembangan penumpang pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Wilayah Lawang sendiri memiliki potensi ekonomi tinggi pada sektor pertanian hortikultura serta perkebunan tanaman hias. Kecamatan ini menghasilkan sekitar 6.800 kuintal alpukat serta 30.200 kilogram tanaman temulawak dalam kurun satu tahun.

Stasiun kereta tersebut juga menjadi simpul transit penting bagi wisatawan menuju berbagai destinasi liburan alam. Beberapa tujuan favorit pelancong meliputi Kebun Teh Wonosari hingga kawasan wisata pegunungan di sekitar Pasuruan.

“Stasiun Lawang berkembang sebagai penghubung mobilitas masyarakat produktif di kawasan Malang Utara. Pergerakan pekerja, pelajar, wisatawan, hingga distribusi hasil pertanian daerah berlangsung semakin dinamis dan membutuhkan transportasi yang andal, aman, serta memiliki kepastian waktu perjalanan,” ujar Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba.

Secara teknis operasional, stasiun ini berada pada ketinggian 491 meter di atas permukaan air laut. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai tempat pemeriksaan sistem pengereman kereta sebelum melewati jalur dengan kontur curam.

Konektivitas stasiun ini diperkuat oleh layanan kereta lokal Commuter Line Dhoho serta Commuter Line Penataran. Masyarakat juga dapat memanfaatkan armada kereta aglomerasi hingga kereta kelas ekonomi jarak jauh menuju Jakarta.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lawang memperlihatkan bahwa transportasi rel semakin menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan aglomerasi, memperkuat distribusi ekonomi daerah, dan menghadirkan mobilitas masyarakat yang lebih efisien serta berkelanjutan,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....