Presiden Prabowo Optimis Indonesia Segera Swasembada Daging

  • 24 Mei 2026 00:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kebumen — Presiden RI Prabowo Subianto optimis menargetkan Indonesia segera mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target ini menyusul capaian swasembada sejumlah komoditas pangan yang telah berhasil diraih sejak Prabowo menjabat.

“Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam. Daging kita masih belum,” ujar Prabowo saat menghadiri acara panen raya BUBK (Budidaya Udang Berbasis Kawasan) di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.

“Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging,” ucapnya.

Presiden Prabowo mengatakan, pemerintah kini tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis agar target swasembada daging dapat segera terwujud dalam beberapa tahun mendatang.

Dia menilai ketahanan pangan menjadi aspek penting bagi kedaulatan bangsa, terutama ketika dunia sedang menghadapi berbagai konflik dan peperangan di sejumlah kawasan.

“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat. Tapi kita waspada,” kata dia.

Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kekuatan nasional yang kokoh. Termasuk di bidang pertahanan dan pengelolaan sumber daya alam, agar mampu menjaga kekayaan nasional dari berbagai kepentingan asing.

“Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk menjaga kekayaan kita,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri. Tujuannya, demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.

“Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan. Ini perintah Undang-undang Dasar untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....