KAI Targetkan Fasilitas Sampah Modern Beroperasi Semester II 2026
- 22 Mei 2026 00:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah modern mulai semester II tahun 2026.
- KAI Services memimpin proyek percontohan pengolahan limbah terpadu tersebut di kawasan Stasiun Gambir.
- Program berkelanjutan ini memanfaatkan sistem teknologi digital guna mengoptimalkan pencatatan tonase sampah harian.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah modern mulai semester II tahun 2026. Uji coba tersebut akan dilaksanakan pada kawasan Stasiun Gambir untuk mengurangi timbulan limbah harian.
Pihak KAI merilis informasi program peduli kelestarian lingkungan tersebut pada Kamis, 21 Mei 2026. Langkah strategis ini melibatkan anak usaha mereka yaitu PT Reska Multi Usaha atau KAI Services.
Timbulan sampah di lingkungan perusahaan transportasi tersebut tercatat mencapai sebanyak 1.854 ton per tahun. Sistem pengelolaan terintegrasi itu diproyeksikan dapat menangani lebih dari 4,3 ton timbulan sampah harian.
Penyediaan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) modern bertujuan untuk memperkuat pemilahan dari sumber utama. Pengolahan sisa sampah organik juga diarahkan menjadi pupuk berkualitas guna menyokong program penghijauan stasiun.
Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto menyatakan program ini mendukung transformasi pelayanan perkeretaapian nasional. Ia menerangkan bahwa penerapan manajemen sampah terpadu mampu meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan publik stasiun.
“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern and bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stasiun Gambir menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi, dan dapat direplikasi di berbagai stasiun lainnya,” ujar Krisna.
Penerapan teknologi digital akan digunakan untuk menyokong sistem pemantauan serta perekaman data tonase sampah. Kemitraan strategis program ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup guna mewujudkan kelestarian stasiun kereta api.
Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup juga dilibatkan untuk memantau implementasi program pengolahan limbah stasiun. Mitra swasta seperti Enviro dan Kepul.id turut diajak memperkuat ekosistem ekonomi sirkular secara optimal.
Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services Benny Rustanto menambahkan program ini membangun budaya baru. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan demi keberlanjutan transportasi perkeretaapian nasional.
“Transformasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan budaya peduli lingkungan. Kami ingin mengajak seluruh pelanggan, pekerja, dan mitra untuk bersama-sama menjaga kebersihan stasiun serta mendukung masa depan transportasi perkeretaapian Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Benny.
Sistem pemilahan sampah tersebut akan dikembangkan ke berbagai wilayah strategis di kota besar seluruh Indonesia. KAI Services berkomitmen kuat menjadi penyedia layanan perkeretaapian adaptif yang senantiasa memperhatikan kelestarian alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....