Elektrifikasi Kereta Api Dorong Kenaikan 401 Juta Perjalanan Urban

  • 21 Mei 2026 01:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jumlah pengguna kereta rel listrik mencapai angka 401 juta perjalanan sepanjang periode tahun 2025.
  • Frekuensi perjalanan harian lintas Bogor menjadi yang tertinggi dengan total layanan mencapai 299 perjalanan.
  • Penguatan infrastruktur elektrifikasi di Stasiun Jatake bertujuan menjaga stabilitas operasional dan keandalan sistem persinyalan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) tercatat meningkat signifikan menjadi 401 juta perjalanan pada tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan adanya penambahan 140 juta perjalanan masyarakat urban dalam kurun sepuluh tahun.

Total mobilitas harian kereta api perkotaan juga melonjak dari 881 menjadi 1.063 perjalanan setiap hari. Penguatan sistem tenaga listrik menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas operasional pada lintas trafik padat.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menjelaskan peran penting sistem elektrifikasi. Kebutuhan daya listrik terus bertambah seiring peningkatan frekuensi perjalanan kereta pada berbagai lintas layanan publik.

“Ketika jumlah perjalanan KRL terus meningkat, kebutuhan daya listrik juga ikut bertambah. Penguatan elektrifikasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan operasional perjalanan, mendukung sistem persinyalan, serta memastikan perjalanan KRL tetap berjalan aman dan andal di lintas dengan trafik yang semakin padat,” ujar Anne dalam keterangannya.

Lintas Bogor mencatat frekuensi tertinggi dengan 299 perjalanan kereta api yang beroperasi pada setiap harinya. Jalur Bekasi dan Serpong menyusul dengan masing-masing melayani sebanyak 232 serta 204 perjalanan harian rutin.

Wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) mendominasi pergerakan urban dengan total 349,3 juta perjalanan. Jumlah pengguna di kota Surabaya baru mencapai 16 juta orang menurut laporan resmi Rabu, 20 Mei 2026.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus mendorong transformasi layanan melalui integrasi antarmoda secara menyeluruh. Kerja sama tersebut mencakup revitalisasi stasiun hingga penguatan konektivitas pada berbagai kawasan strategis di Indonesia.

Rencana pengembangan infrastruktur kelistrikan di kawasan Stasiun Jatake menjadi salah satu strategi penguatan suplai daya. Proyek ini diharapkan mampu mengantisipasi pertumbuhan frekuensi perjalanan kereta yang semakin dinamis pada masa mendatang.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan transportasi rel adalah tulang punggung mobilitas. Ia menyatakan pembangunan sistem elektrifikasi merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk efisiensi perjalanan seluruh masyarakat.

“Transportasi berbasis rel saat ini berkembang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Karena itu, pembangunan elektrifikasi perlu dipandang sebagai penguatan sistem transportasi jangka panjang untuk menjaga kapasitas layanan, mendukung efisiensi perjalanan masyarakat, serta meningkatkan kualitas konektivitas kawasan urban,” kata Wisnu.

Optimalisasi waktu tunggu antarkereta atau headway menjadi fokus utama dalam menghadapi perkembangan kawasan hunian terpadu baru. Transformasi layanan digital juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan bagi para pelanggan setia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....