Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Sokoguru Policy Forum
- 20 Mei 2026 01:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina memperkuat ketahanan energi melalui forum strategi lintas sektor.
- Kebijakan energi nasional harus berbasis data serta fakta lapangan akurat.
- Sinergi antarlembaga sangat krusial dalam mempercepat transisi energi berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina memperkuat ketahanan energi nasional melalui sinergi strategis lintas sektor pada kegiatan Sokoguru Policy Forum. Forum tersebut menjadi wadah dialog untuk merumuskan kebijakan energi yang berkelanjutan demi mendukung agenda transisi.
Kolaborasi strategis ini melibatkan para akademisi serta regulator guna memberikan rekomendasi kebijakan bagi sektor energi. PT Pertamina menyelenggarakan agenda tersebut di Ballroom Grha Pertamina Jakarta Pusat.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana memberikan arahan khusus terkait upaya swasembada energi. Dadan menyampaikan laporan tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026 dalam agenda tersebut.
“Kementerian ESDM mengapresiasi peran Pertamina sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan transisi energi melalui penguatan hulu migas, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan hilirisasi dan petrokimia, pengembangan energi baru terbarukan serta pengembangan dekarbonisasi,” ucapnya.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Oki Muraza menjelaskan arti penting nama dari forum strategis tersebut. Oki menegaskan setiap kebijakan energi harus berlandaskan pada data akurat serta fakta lapangan yang nyata.
Komisaris Independen Pertamina Raden Adjeng Sondaryani mengutarakan fokus utama perusahaan dalam menghadapi berbagai dinamika geopolitik. Ia menyatakan bahwa perjalanan menuju ketahanan energi yang kokoh memerlukan kemampuan belajar dari gangguan teknologi global.
“Hal tersebut telah, sedang, and akan terus menjadi fokus utama Pertamina sebagai BUMN strategis nasional melalui Dual Growth Strategy sebagaimana tertuang dalam RJPP Pertamina,” katanya.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai transisi energi Indonesia. Agung mendorong kolaborasi dengan pemangku kebijakan guna menciptakan aturan energi yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Forum ini juga menekankan pentingnya proses dialog strategis dan knowledge sharing secara kolaboratif dan berkelanjutan sebagai fondasi pembentukan kebijakan yang mampu menopang kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan energi nasional,” ujar Agung.
Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan memaparkan urgensi penguatan regulasi migas. Hendra menilai aturan yang adaptif sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan energi nasional pada sektor hulu migas.
Senior Fellow Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) Retno Gumilang Dewi menekankan pengembangan bahan bakar berbasis hayati. Menurut Retno optimalisasi rantai nilai energi hayati dapat memperkuat kemandirian sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi domestik.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menyoroti pentingnya strategi distribusi energi yang merata di seluruh wilayah. Komaidi menegaskan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat krusial dalam menjaga keandalan distribusi bagi masyarakat.
Kegiatan forum ini ditutup dengan penyerahan dokumen kajian akademis berupa kertas kebijakan kepada perwakilan Kementerian ESDM. Pertamina berkomitmen terus melakukan kerja sama lintas sektor demi mendukung percepatan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....