KAI Group Layani 155 Juta Penumpang Melalui Skema Subsidi PSO

  • 16 Mei 2026 22:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah bersama KAI Group melayani 155.809.294 pelanggan PSO selama Januari hingga April 2026.
  • Layanan kereta api bersubsidi mencakup KA Jarak Jauh, KA Lokal, Commuter Line, LRT, dan KAI Bandara.
  • Skema subsidi tarif menjaga mobilitas masyarakat tetap terbuka, aman, dan terjangkau di berbagai wilayah Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berupaya menjaga mobilitas penduduk melalui layanan kereta api bersubsidi. Data terbaru menunjukkan skema Public Service Obligation (PSO) sukses melayani 155.809.294 pelanggan selama periode Januari-April 2026.

Layanan subsidi tarif melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tersebut mencakup berbagai moda transportasi berbasis rel. Kebijakan ini hadir untuk memastikan akses transportasi massal tetap terjangkau guna mendukung produktivitas masyarakat di berbagai wilayah.

Kereta api kini menjadi bagian penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari bagi berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Moda transportasi ini turut memfasilitasi kebutuhan para pekerja, pelajar, mahasiswa, hingga pedagang kecil dalam melakukan mobilitas rutin.

Jaringan rel yang tersebar di berbagai daerah kini menjadi penopang utama konektivitas ekonomi serta aktivitas sosial masyarakat. Layanan tersebut senantiasa hadir memberikan opsi perjalanan aman, efisien, sekaligus terjangkau bagi penduduk di pelosok negeri.

PT KAI mencatat jumlah pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal bersubsidi mencapai 6.221.378 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi data pemanfaatan layanan transportasi kereta api pada periode Januari-April 2026.

Pemerintah juga memberikan dukungan subsidi pada layanan Commuter Line, Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek, serta layanan KAI Bandara. Skema bantuan tersebut bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas transportasi publik yang berkualitas dan berkelanjutan.

Layanan KAI Commuter tercatat melayani total volume pelanggan sebanyak 136.585.949 orang sepanjang Januari-April 2026. Sementara itu, LRT Jabodebek mencatatkan jumlah penumpang mencapai 10.667.038 orang dalam periode empat bulan pertama 2026.

Pada layanan yang dikelola KAI Bandara, jumlah pelanggan tercatat mencapai 2.334.929 orang selama Januari-April 2026. Layanan ini mencakup perjalanan KA YIA Reguler serta KA Srilelawangsa yang beroperasi menghubungkan wilayah Medan, Binjai, dan Kualanamu.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut bahwa layanan PSO memiliki dampak sosial yang sangat luas. Dampak tersebut bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga di berbagai daerah yang menggunakan transportasi kereta api secara rutin.

"Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan. Karena itu, layanan PSO memiliki arti penting dalam menjaga ruang mobilitas masyarakat tetap terbuka dan terjangkau," ujar Anne.

Tingginya volume pelanggan membuktikan moda transportasi berbasis rel semakin dipercaya masyarakat sebagai sarana mobilitas utama. Hal ini menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan operasional transportasi publik agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Kereta api menjadi bagian dari ruang gerak masyarakat sehari-hari. Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik. Karena itu, keberlanjutan layanan transportasi publik berbasis rel menjadi hal penting bagi mobilitas masyarakat Indonesia," ucap Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....