KAI Angkut 16,6 Juta Ton Batu Bara Januari-April untuk Energi Jawa-Bali

  • 13 Mei 2026 23:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengangkut 16,6 juta ton batu bara untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
  • KAI menguji performa lokomotif CC205 di Sumatra Selatan guna meningkatkan kapasitas angkutan logistik secara bertahap.
  • KAI melakukan investasi senilai USD 222,5 juta untuk mencapai target angkutan barang pada tahun 2029 mendatang.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 16.631.048 ton batu bara pada periode Januari-April 2026. Perusahaan transportasi milik negara tersebut merilis data capaian volume distribusi energi nasional itu pada Rabu, 13 Mei 2026.

Total angkutan batu bara pada April 2026 mencapai 4.633.495 ton untuk mendukung operasional pembangkit listrik nasional. Penduduk Pulau Jawa dan Bali sebanyak 163 juta orang sangat bergantung kepada kestabilan pasokan energi utama tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pentingnya moda transportasi berkapasitas besar bagi distribusi logistik. Ia menekankan pola operasional yang stabil menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan rantai pasok energi.

“Distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan produktivitas ekonomi. Karena itu, pola angkut yang stabil menjadi penting agar rantai pasok energi dapat berjalan dengan baik,” ujar Anne dalam keterangannya, Rabu.

Kereta api memiliki karakteristik unik yang sangat sesuai untuk pengangkutan komoditas massal dalam jarak yang cukup jauh. Jalur rel yang terpisah dari jalan raya membuat waktu perjalanan logistik menjadi lebih terukur secara operasional.

Satu unit lokomotif seri CC205 memiliki kemampuan luar biasa untuk menarik rangkaian panjang sebanyak 61 gerbong barang. Kekuatan daya angkut satu kereta api tersebut diklaim mampu menggantikan peran dari sekitar 120 truk kontainer.

KAI menguji operasional satu lokomotif CC205 di lintas Sumatra Selatan pada Selasa, 12 Mei 2026. Pengujian teknis tersebut dilakukan dengan menarik beban seberat 4.000 ton pada lintasan yang memiliki kondisi cukup berat.

Anne menyampaikan penguatan kapasitas angkutan barang harus segera dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan logistik nasional. Upaya pengembangan sarana kereta api tersebut berbasis pada proyeksi kebutuhan distribusi jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.

“Keandalan distribusi logistik akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi nasional. Karena itu, pengembangan kapasitas dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan berbasis kebutuhan jangka panjang,” kata Anne.

Perusahaan mengalokasikan investasi senilai USD 222,5 juta untuk mendukung pengembangan sarana transportasi distribusi energi nasional. Dana besar tersebut diproyeksikan untuk mencapai target angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton pada 2029.

KAI juga mendorong penguatan industri nasional melalui penggunaan gerbong karya PT Industri Kereta Api (INKA). Optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi prioritas utama dalam memproduksi seluruh gerbong datar kapasitas 54 ton.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memberikan pernyataan tambahan mengenai peran vital distribusi energi. Ia menyebutkan kestabilan pasokan energi memiliki pengaruh sangat besar terhadap aktivitas harian seluruh lapisan masyarakat.

“Ketika distribusi energi berjalan stabil ruang belajar akan tetap terang, layanan kesehatan tetap beroperasi, dan aktivitas ekonomi dapat terus bergerak,” ucap Wisnu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....