Kementan Bergerak Stabilkan Harga Telur, Peternak Rakyat Jadi Prioritas

  • 08 Mei 2026 10:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan perkuat stabilisasi harga telur nasional
  • Pemerintah ingin menjaga usaha peternak rakyat tetap berjalan
  • Fluktuasi harga dipengaruhi tingginya pasokan dan lemahnya serapan pasar
  • Kementan koordinasi dengan pemda dan asosiasi peternak
  • Pemerintah dorong serapan pasar dan distribusi antardaerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah stabilisasi harga telur di tengah fluktuasi harga di sejumlah daerah. Pemerintah ingin menjaga usaha peternak rakyat tetap berjalan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan pemerintah memahami tekanan yang dihadapi peternak. Fluktuasi harga disebut memengaruhi kondisi usaha peternak ayam petelur.

“Kami memahami tekanan yang dirasakan peternak layer rakyat akibat fluktuasi harga telur. Negara harus hadir menjaga peternak rakyat,” kata Agung di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.

Kementan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan asosiasi peternak. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan telur nasional.

Pemerintah juga mendorong penguatan serapan pasar dan distribusi antardaerah. Hilirisasi produk peternakan turut diperkuat untuk memperluas pasar.

“Kami terus mendorong penguatan serapan pasar dan hilirisasi produk peternakan. Langkah ini penting menjaga harga di tingkat peternak,” ucapnya.

Menurut Agung, Indonesia memiliki kapasitas produksi telur yang kuat. Karena itu, tata niaga dan distribusi perlu diperkuat agar manfaat ekonomi lebih merata.

“Produksi yang kuat adalah modal penting bangsa. Yang perlu diperkuat adalah tata niaga dan distribusi,” katanya.

Di tengah fluktuasi harga, asosiasi peternak memastikan kondisi di lapangan masih kondusif. Aktivitas perdagangan telur disebut tetap berjalan.

Ketua Rumah Kebersamaan BKT NT Blitar Eti mengatakan harga telur masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) batas bawah Rp26.500 per kilogram. Kondisi dipengaruhi tingginya pasokan dan lemahnya serapan pasar.

“Kondisi peternak ayam petelur di Blitar masih kondusif. Perdagangan tetap berjalan dengan harga harmoni,” kata Eti.

Ia menyebut asosiasi peternak telah melakukan rembuk nasional pada 2 Mei 2026. Pertemuan menghasilkan kesepakatan menjaga koordinasi dengan pemerintah.

Ketua Koperasi Unggas Sejahtera Kendal Suwardi juga menyebut kondisi peternak masih terkendali. Peternak berupaya menjaga harga agar tidak terus turun.

“Peternak di Kendal tetap berupaya menjaga situasi tetap kondusif. Harga jual telur juga dijaga,” ujar Suwardi.

Di Kabupaten Magetan, pemerintah daerah mulai memperkuat penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis. Penambahan menu berbasis telur mulai dibahas lintas perangkat daerah.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Makmun mengatakan hilirisasi menjadi strategi penting subsektor peternakan. Pemerintah mendorong pengembangan produk olahan telur.

“Kami terus mendorong diversifikasi produk hasil peternakan. Hilirisasi akan memperkuat stabilitas usaha peternak,” kata Makmun.

Menurutnya, konsumsi telur nasional masih berpotensi meningkat. Edukasi gizi dan perluasan pasar dinilai penting untuk memperkuat subsektor peternakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....