Sulit Cari Kerja, Wakil Ketua Komisi X DPR Dorong Pemuda Ikut Pelatihan

  • 04 Mei 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kurniasih Mufidayati mendorong pemuda mengikuti pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan peluang kerja.
  • Penguasaan skilling, upskilling, dan reskilling menjadi kunci daya saing generasi muda di dunia kerja.
  • Kurniasih mengingatkan risiko penipuan kerja luar negeri dan pentingnya memilih jalur resmi serta negara tujuan aman.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan generasi muda harus mengikuti pelatihan. Kurniasih menyebut sertifikasi dari lembaga terpercaya menjadi kunci utama agar pemuda bisa segera mendapatkan akses lapangan pekerjaan.

Aspirasi ini muncul setelah organisasi Karang Taruna mengeluhkan sempitnya kesempatan kerja bagi anak muda di Jakarta Selatan, Jumat, 1 Mei 2026. Masyarakat merasa resah karena lowongan pekerjaan saat ini hanya terbuka bagi mereka yang memiliki koneksi.

"Saya menyarankan kepada adik-adik untuk mengikuti pelatihan keahlian yang bersertifikat dari lembaga terpercaya. Ini penting agar nantinya bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki," ujar Kurniasih.

Menurut Kurniasih, penguasaan tiga pilar kompetensi sangat penting untuk meningkatkan daya saing para pemuda di dunia kerja. Ia menekankan bahwa anak muda perlu mempelajari keterampilan baru melalui proses belajar yang konsisten dan berkelanjutan secara mandiri.

"Ada tiga hal yang perlu dikuasai oleh anak-anak muda kita. Pertama, skilling untuk belajar keterampilan baru, kedua upskilling untuk meningkatkan keterampilan yang sudah ada, dan ketiga reskilling untuk mempelajari keterampilan baru saat ingin berganti profesi," katanya.

Generasi muda juga mengungkapkan keresahan mengenai tingginya biaya pungutan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Kurniasih menegaskan bahwa pungutan biaya mahal tersebut merupakan ulah oknum tidak bertanggung jawab yang harus diwaspadai pemuda.

"Kalau melalui penyelenggara pekerja migran yang resmi, seharusnya tidak ada pungutan biaya. Jadi kalau ada yang minta bayaran mahal-mahal, itu ulah oknum, harus hati-hati," ucap Kurniasih.

Kurniasih memberikan peringatan serius agar para calon pekerja lebih selektif dalam menentukan negara tujuan pencarian kerja mereka. Ia mengatakan bahwa risiko perdagangan orang dengan modus tawaran pekerjaan masih sangat tinggi di beberapa negara kawasan Asia.

"Untuk negara-negara seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, Vietnam, saya kurang merekomendasikan karena di sana sering terjadi kasus perdagangan orang dengan modus tawaran kerja. Jadi lebih baik berhati-hati dan pilih negara tujuan yang lebih aman," ujarnya.

Organisasi Karang Taruna saat ini telah berupaya menyelenggarakan kursus bahasa Inggris secara mandiri bagi para anggota mereka. Namun, mereka menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan tenaga pengajar serta lokasi tempat kursus yang kurang memadai di tingkat lokal.

Merespons hal tersebut, Kurniasih menyatakan kesediaannya untuk membantu mengoordinasikan kebutuhan sarana pendidikan bagi organisasi kepemudaan tersebut. Ia berjanji akan mencari solusi terbaik bersama tim kerja demi keberlanjutan program pelatihan keterampilan bagi para pemuda.

"Untuk kebutuhan pengajar dan tempat kursus, InsyaAllah akan saya bantu koordinasikan dengan pengurus partai dan tim saya. Kita akan cari solusi bersama supaya program-program pelatihan di tingkat lokal ini bisa berjalan lebih baik," katanya.

Komisi X DPR RI memiliki komitmen kuat dalam memperkuat peran kepemudaan di setiap daerah pemilihan. Kurniasih menilai peningkatan kompetensi melalui skilling merupakan solusi utama untuk mengatasi persoalan pengangguran yang sedang melanda generasi muda.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita melalui skilling, upskilling, dan reskilling. Dengan begitu, mereka punya daya saing yang lebih baik di dunia kerja," ucap Kurniasih.

Pemberdayaan pemuda diharapkan mampu memperkecil kesenjangan akses kerja yang selama ini menjadi keluhan utama bagi masyarakat Jakarta. Kurniasih berharap pemerintah terus mendukung program pengembangan keterampilan yang diinisiasi oleh organisasi lokal seperti Karang Taruna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....