PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara Berbasis GIGA ONE

  • 01 Mei 2026 23:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT PLN memulai pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,225 gigawatt lewat skema GIGA ONE.
  • Proyek strategis PLTS Mentari Nusantara I tersebar di beberapa pulau utama Indonesia untuk mencapai target nol emisi karbon nasional.
  • Program tersebut mengusung strategi pengadaan terintegrasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan industri manufaktur energi terbarukan lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meluncurkan proyek pembangkit listrik tenaga surya 1,225 gigawatt lewat program terintegrasi. Langkah tersebut bertujuan mempercepat target nol emisi karbon nasional pada tahun 2060 atau lebih cepat.

PLN mulai membuka proses tender resmi pembangunan secara nasional tersebut serentak pada Kamis, 30 April 2026. Pihak PT PLN menginformasikan peluncuran rencana besar tersebut secara resmi pada Jumat, 1 Mei 2026 pagi.

“Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujar Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT) tersebut diprediksi mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja ramah lingkungan pada tingkat lokal. Proyek raksasa ini juga dapat menopang kedaulatan energi serta memperkuat struktur ekonomi rakyat di seluruh wilayah.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar memberikan pernyataan tambahan terkait rincian program ini. Pembangunan ini diarahkan untuk menyokong target pemerintah pusat dalam mengejar kapasitas 100 gigawatt sesuai instruksi dari Presiden.

“Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” ucap Suroso.

Implementasi rencana ini akan mengarah pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri energi nasional masa depan. Rantai pasok pabrikan dalam negeri diharapkan semakin kuat dan kompetitif saat menghadapi persaingan ketat pada tingkat pasar global.

Kapasitas energi bersih pada wilayah Kalimantan tercatat 340 megawatt serta wilayah Pulau Jawa sebesar 600 megawatt tenaga surya. Luas proyek area Sumatra tercatat 35 megawatt serta kawasan Papua dan Maluku sebesar 120 megawatt tenaga cahaya matahari.

Kemudian lokasi lainnya di Sulawesi mencapai 50 megawatt serta Nusa Tenggara Barat sebesar 80 megawatt tenaga matahari lokal. Seluruh unit pembangkit itu ditargetkan mencapai waktu operasi komersial atau commercial operation date pada tahun 2029 mendatang secara serentak.

Ke depannya skema pengadaan tersebut juga segera direplikasi pada jenis pembangunan pembangkit tenaga hidro serta energi angin. Tahapan transformasi itu sangat krusial untuk membangun sebuah kedaulatan sistem kelistrikan nasional yang sangat bersih dan juga mandiri.

“GIGA ONE menjadi blueprint baru pengadaan energi terbarukan di Indonesia dan tonggak penting dalam perjalanan transisi energi nasional,” ujar Suroso.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....