KAI Kembangkan Logistik Berbasis Rel di KEK Batang untuk Tekan Biaya
- 22 Apr 2026 01:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjalin sinergi dengan berbagai mitra untuk mengembangkan pusat logistik rel di KEK Industropolis Batang.
- Kerja sama lintas sektoral tersebut memprioritaskan efisiensi anggaran distribusi barang guna menaikkan daya saing industri pada kancah global.
- KAI meningkatkan standar kapasitas angkut gerbong barang demi menampung pertumbuhan volume pengiriman yang terus menguat setiap periode tahunnya.
RRI.CO.ID, Batang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjalin kerja sama pengembangan logistik di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang. Upaya kolaborasi strategis tersebut bertujuan menciptakan sistem distribusi barang nasional yang jauh lebih efektif dan terukur.
Sinergi beberapa badan usaha itu menargetkan penurunan biaya logistik nasional yang sekarang masih di atas 15 persen. Implementasi transportasi berbasis rel diharapkan mampu menekan harga produksi industri pada pasar global yang sangat kompetitif tersebut.
“Di Batang ini akan tumbuh kawasan industri yang terhubung dengan kota mandiri. KAI hadir sebagai pengangkut dari dryport menuju pelabuhan, dan di ujungnya Pelindo memastikan konektivitas ke pasar global. Dengan integrasi ini, kita dorong biaya logistik turun dan lebih kompetitif,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.
Direktur Utama (Dirut) KAI tersebut menandatangani nota kesepahaman pada hari Selasa, 21 April 2026 di Kabupaten Batang. Acara itu turut melibatkan pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) serta beberapa badan usaha milik daerah Jawa Tengah.
“Kalau kita bisa menurunkan biaya logistik secara signifikan, maka biaya produksi industri juga akan ikut turun. Dampaknya langsung terasa pada daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Bobby.
KAI saat ini mulai mengoperasikan gerbong dengan kapasitas yang ditingkatkan dari 50 ton menjadi sekitar 70 ton. Setiap rangkaian kereta barang juga memiliki daya angkut total hingga 4.200 ton untuk sekali perjalanan operasional saja.
“Dryport ini kami dorong menjadi agregator logistik, selain melayani kawasan Batang juga melayani wilayah Jawa Tengah secara luas. Dengan jaringan lebih dari 600 stasiun yang dimiliki KAI di Pulau Jawa, potensi distribusi berbasis rel sangat besar,” kata Bobby.
Biaya logistik di Pulau Jawa diperkirakan mencapai nilai fantastis sebesar Rp2.400 triliun hingga Rp2.500 triliun setiap tahun. Sektor transportasi nasional mengincar penghematan dana sampai Rp1.000 triliun melalui sistem distribusi rel yang sangat efisien.
PT KAI telah mengangkut layanan angkutan barang sebanyak 14.948.442 ton. Capaian jumlah pengiriman peti kemas juga tercatat naik signifikan dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 1.371.036 ton barang.
Ketepatan waktu kedatangan kereta angkutan barang kini menunjukkan kinerja positif setelah menyentuh angka tinggi sebesar 91,77 persen. Pihak operator terus berupaya menyediakan jalur langsung menuju pelabuhan untuk mengatasi keterbatasan waktu operasional setiap harinya.
“Melalui pengembangan dryport berbasis rel ini, KAI menargetkan terbentuknya sistem logistik nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan mampu menurunkan biaya logistik. Upaya ini diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan di dalam negeri,” ucap Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT KAI Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....