Hadapi Tekanan Global, Pemerintah Pastikan Industri Tekstil Nasional Tetap Stabi
- 21 Apr 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih berada dalam kondisi stabil di tengah tekanan dinamika global.
- Berbagai langkah antisipatif terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan produksi dan rantai pasok industri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih berada dalam kondisi stabil di tengah tekanan dinamika global. Berbagai langkah antisipatif terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan produksi dan rantai pasok industri.
Melalui Kementerian Perindustrian, pemerintah menegaskan sektor TPT tetap beroperasi relatif stabil meski menghadapi fluktuasi harga bahan baku global. Tekanan tersebut terutama berasal dari kenaikan harga komoditas berbasis energi.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi tersebut. Koordinasi juga diperkuat untuk menjaga ketersediaan bahan baku.
“Kami terus mencermati fluktuasi harga bahan baku global yang berdampak pada industri TPT nasional. Dengan memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan kelancaran rantai pasok,” ujarnya di Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026.
Dalam rapat koordinasi bersama pelaku industri, teridentifikasi tekanan utama berasal dari kenaikan harga bahan baku global. Salah satunya harga paraxylene domestik yang meningkat signifikan mengikuti pasar internasional.
Meski demikian, industri TPT dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Pelaku usaha melakukan penyesuaian strategi pengadaan serta pengelolaan stok untuk menjaga produksi tetap berjalan.
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, menyebut pemanfaatan bahan baku dalam negeri menjadi salah satu solusi. Serat rayon dinilai dapat menjadi alternatif pengganti bahan berbasis petrokimia.
“Pemanfaatan rayon yang diproduksi di dalam negeri memberikan alternatif bahan baku. Tentu saja yang kompetitif, sekaligus memperkuat kemandirian industri,” katanya.
Pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat industri TPT. Di antaranya melalui pengembangan sistem monitoring terpadu berbasis data secara real-time.
Sejumlah opsi kebijakan juga tengah dikaji, seperti insentif fiskal untuk bahan baku strategis, efisiensi energi, serta penyesuaian kebijakan perdagangan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan rantai nilai industri dari hulu hingga hilir.
Agus menegaskan industri TPT nasional memiliki fondasi yang kuat. Hal ini terlihat dari struktur industri, pasar domestik, serta pengalaman menghadapi berbagai siklus global.
“Dengan langkah antisipatif yang terukur dan kolaborasi yang erat. Kami optimistis industri ini akan tetap tumbuh dan semakin resilien,” ujarnya.
Pemerintah bersama pelaku industri berkomitmen menjaga stabilitas pasokan bahan baku dan daya saing sektor TPT. Upaya ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan produksi di tengah ketidakpastian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....