Komisi X DPR RI Soroti Kendala Teknis Pelaksanaan TKA di Daerah

  • 19 Apr 2026 09:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Abdul Fikri Faqih menyoroti gangguan server dan komputer saat pelaksanaan TKA di daerah.
  • DPR meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur digital agar tidak merugikan peserta tes.
  • Kendala teknis dinilai berdampak pada hasil siswa, meski daerah tetap didorong evaluasi pendidikan.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti berbagai gangguan teknis pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di daerah. Ia meminta pemerintah pusat segera membenahi infrastruktur digital guna menjamin kelancaran TKA nasional.

Fikri menyatakan bahwa permasalahan peladen yang tidak stabil dapat merugikan banyak peserta tes di berbagai wilayah provinsi. Menurutnya, gangguan sistem komputer tersebut sering kali muncul secara tiba-tiba sehingga menghambat konsentrasi para siswa saat mengerjakan soal.

“Mungkin di provinsi lain juga mengalami hal yang sama. Jadi pada saat TKA ini berlangsung, ada kendala komputer, server down, dan sebagainya,” kata Fikri di Bandar Lampung, Kamis, 16 April 2026.

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) tersebut menilai hambatan teknis berpotensi menurunkan nilai akhir para peserta didik. Lanjutnya, performa siswa yang memiliki kemampuan tinggi menjadi tidak terlihat maksimal akibat kondisi sarana pendukung yang buruk.

Fikri merasa prihatin terhadap nasib para pelajar berprestasi yang mendapatkan hasil tidak memuaskan karena kendala sistemik. “Kemudian ada yang merasa dirugikan karena pintar, tapi kemudian karena problematikanya, maka hasilnya mungkin tidak menggembirakan,” ujar Fikr.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap keterbukaan yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Lampung. Para pemangku kepentingan pendidikan setempat tetap menunjukkan semangat besar meski menghadapi tantangan kelulusan yang cukup berat.

Provinsi Lampung tercatat menempati peringkat ke-25 dari total 38 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kelulusan para peserta di daerah tersebut saat ini dilaporkan baru mencapai angka 10 hingga 14 persen.

“Tetapi tidak menjadikan kepala dinas juga pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Lampung ini menjadi kecil hati. Ini bagus, semuanya diterima dengan baik,” kata Fikri.

Fikri mendorong provinsi lainnya di Indonesia agar tidak berkecil hati melihat data pencapaian akademik yang masih rendah. “Ini jadi alat untuk perencanaan pendidikan ke depan, mudah-mudahan provinsi lain juga seperti itu, tidak usah berkecil hati,” ucap Fikri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....