Jumlah Penumpang Stasiun Lampegan Meningkat Pesat Awal 2026

  • 19 Apr 2026 00:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mencatatkan kenaikan jumlah penumpang berangkat dan datang yang sangat signifikan di Stasiun Lampegan.
  • Layanan Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat hingga Sukabumi menyediakan tarif tiket perjalanan yang sangat terjangkau bagi masyarakat.
  • Arsitektur Stasiun Lampegan yang memiliki nilai sejarah tinggi kini telah resmi ditetapkan menjadi salah satu situs cagar budaya.

RRI.CO.ID, Cianjur - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 8.482 penumpang berangkat dari Stasiun Lampegan pada triwulan pertama 2026. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 13,1 persen jika dibandingkan dengan angka capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Penumpang yang tiba juga meningkat 27,6 persen melalui layanan kereta api relasi Cipatat menuju stasiun akhir Sukabumi. Layanan transportasi publik tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan aktivitas harian warga lokal di perbukitan hijau Cianjur.

“Di Stasiun Lampegan, perjalanan terasa dekat dengan keseharian. Pagi hari, ada yang berangkat membawa dagangan ke kota. Siang hingga sore, ada yang kembali dengan cerita dan hasil usaha. Di sela itu, perjalanan juga menghubungkan keluarga yang saling menunggu di rumah,” ujar Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba dalam keterangannya, Sabtu, 18 April 2026.

Warga sekitar menggunakan kereta api untuk bekerja serta membawa hasil bumi dengan harga tiket yang cukup ekonomis. Jalur transportasi tersebut mempermudah mobilisasi pelanggan dari Sukabumi sampai titik akhir di stasiun pemberhentian wilayah Cipatat Jawa Barat.

“Dengan tarif yang berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000, KA Siliwangi memberikan akses yang luas bagi masyarakat. Perjalanan yang terjangkau ini membantu warga tetap terhubung dengan pusat aktivitas di Sukabumi, Cianjur, hingga Cipatat,” ucap Anne.

Fasilitas itu dibangun sejak tahun 1879 serta memiliki kaitan sejarah dengan pengerjaan Terowongan Lampegan yang sangat ikonik. Arsitektur stasiun berstatus cagar budaya tersebut tetap dipertahankan keasliannya oleh pihak Unit Pusat Pelestarian PT KAI sekarang.

Bangunan operasional kereta api ini berada pada titik ketinggian 439 meter di atas permukaan laut wilayah Jawa Barat. Penumpang yang berangkat dapat menikmati keindahan hamparan luas kebun teh serta perbukitan asri selama dalam perjalanan tersebut.

Peningkatan aksesibilitas ini turut memberikan dampak positif bagi para wisatawan yang hendak menuju destinasi Situs Gunung Padang. Kemudahan mobilitas tersebut akan meningkatkan potensi ekonomi warga setempat melalui pergerakan kunjungan pelancong mancanegara pada akhir pekan.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan di Stasiun Lampegan menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap menjadi pilihan bagi masyarakat di berbagai wilayah. KAI akan terus menjaga layanan ini agar tetap hadir dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan,” ujar Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....