KAI Services Bangun Laboratorium Mutu Perkuat Kualitas Produk Kuliner
- 18 Apr 2026 00:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KAI Services menghadirkan Laboratorium Quality Control di area Dapur Manggarai guna memperkuat kualitas standar kuliner.
- Fasilitas pengujian tersebut berfungsi memantau keamanan pangan melalui parameter kritis sesuai standar manajemen keamanan pangan internasional.
- Perusahaan berupaya meningkatkan kepercayaan konsumen dengan menerapkan proses pengolahan makanan berbasis pengujian data sains terbaru.
RRI.CO.ID, Jakarta - KAI Services meresmikan Laboratorium Quality Control guna menjaga kualitas produk kuliner bagi para penumpang kereta. Fasilitas penjamin mutu pangan tersebut mulai beroperasi di Dapur Manggarai sejak peresmian pada Kamis, 16 April 2026.
KAI Services melakukan terobosan baru demi memastikan setiap olahan makanan melalui proses pemeriksaan secara ketat serta lebih terukur. Direktur Keuangan dan Administrasi KAI Services Deny Eko Andrianto memimpin langsung seremoni peluncuran laboratorium penjaminan mutu tersebut.
"Fasilitas ini dilengkapi berbagai peralatan pengujian, seperti timbangan analitik, refractometer digital, dan termometer digital, guna mendukung proses pengujian mutu secara optimal," ujar Deny.
Laboratorium tersebut memiliki posisi sangat strategis dalam memantau setiap proses produksi pangan agar selalu memenuhi standar higienitas. Penempatan fasilitas ini bertujuan untuk meminimalkan potensi terjadinya kontaminasi bahan baku makanan saat berada di dalam dapur.
Ia berkomitmen penuh dalam pemenuhan aspek keamanan melalui sistem Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) menjadi pedoman pengawasan mutu untuk menjamin keamanan setiap sajian kuliner penumpang.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita memberikan penjelasan mengenai aspek tanggung jawab sosial dari peluncuran tersebut. Nyoman menegaskan KAI Services sangat serius dalam memperhatikan cita rasa serta keamanan seluruh sajian kuliner di perjalanan kereta.
“Laboratorium Quality Control ini menjadi wujud komitmen kami dalam memastikan setiap produk tidak hanya memenuhi standar kualitas, tetapi juga aman for dikonsumsi. Kami ingin menghadirkan produk yang dapat dipercaya pelanggan, karena setiap prosesnya telah melalui pengujian yang ketat dan berbasis sains,” ujar Nyoman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Tim penguji akan mengawal siklus produksi mulai dari penerimaan bahan mentah hingga hasil olahan kuliner akhir siap saji. Deteksi dini terhadap risiko ketidakamanan pangan menjadi fokus utama operasional laboratorium melalui serangkaian pengujian objektif berbasis data sains.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....