Pelanggan KAI Group Tumbuh Berkat Konektivitas Antarmoda Triwulan I 2026

  • 17 Apr 2026 00:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan kenaikan volume penumpang yang signifikan di seluruh layanan selama awal tahun.
  • Pengelola mengoptimalkan seluruh stasiun simpul sebagai titik integrasi strategis untuk menghubungkan perjalanan antar moda transportasi kereta.
  • Sistem integrasi antarmoda meningkatkan kemudahan akses bagi mobilitas jutaan warga wilayah Jabodetabek saat menggunakan angkutan umum.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan kenaikan jumlah penumpang pada triwulan pertama 2026. Lonjakan tersebut didorong penguatan integrasi antarmoda yang memudahkan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Layanan kereta listrik sanggup melayani lebih dari 87 juta pelanggan harian selama tiga bulan pertama 2026. Seluruh moda angkutan mencatatkan pertumbuhan penumpang secara berkala jika dibandingkan perolehan periode tahun sebelumnya.

“Konektivitas yang terbangun antar layanan membuat perjalanan terasa lebih efisien," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

Setiap simpul integrasi strategis telah disiapkan secara maksimal untuk menghubungkan moda angkutan ringan dengan kereta jarak jauh. Hal tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan masyarakat ketika harus berganti layanan angkutan di stasiun utama.

Pengguna moda kereta ringan kini dapat terhubung secara langsung dengan rute Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menumbuhkan minat warga untuk beralih menggunakan sistem angkutan umum massal.

Volume pelanggan Commuter Line (CL) Jabodebek tercatat mencapai 87.979.372 orang dengan tren pertumbuhan 7,14 persen. Mobilitas masyarakat wilayah perkotaan ini tetap menjadi tulang punggung utama pelayanan jasa kereta api nasional.

Sementara itu, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta mengangkut 634.921 pelanggan dalam durasi triwulan awal. Capaian jumlah penumpang menuju akses bandara tersebut meningkat 22,77 persen jika dibandingkan realisasi sebelumnya.

Kereta LRT Jabodebek turut melayani 7.754.946 pelanggan dalam tiga bulan pertama. Pihak manajemen mencatatkan lonjakan pengguna secara masif sebesar 22,10 persen untuk rute layanan wilayah Jabodetabek tersebut.

Capaian operasional moda kereta cepat turut memberikan hasil melalui angkutan 1.408.815 penumpang. Kenaikan mobilitas penumpang ini menunjukkan semakin kuatnya ketergantungan publik terhadap moda transportasi rel saat ini.

"Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujar Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....