KAI Integrasikan 5G dan AI untuk Melayani 128 Juta Penumpang

  • 16 Apr 2026 01:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat total volume angkutan penumpang mencapai 128.055.072 pelanggan hingga Maret 2026.
  • Perusahaan melakukan kolaborasi teknologi dengan Huawei dan SURGE untuk menerapkan jaringan 5G serta kecerdasan buatan pada stasiun.
  • Peningkatan sistem komunikasi menggunakan teknologi FRMCS bertujuan untuk memperkuat aspek keselamatan dan respons operasional di seluruh lintasan.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan kenaikan volume pelanggan hingga 128.055.072 orang pada Rabu, 15 April 2026. Angka pelayanan tersebut tercatat tumbuh sebesar 9,97 persen bila dibandingkan data periode yang sama pada tahun 2025.

Capaian operasional perusahaan perkeretaapian nasional tersebut menjadi fondasi utama dalam melakukan percepatan transformasi digital berbasis teknologi terbarukan. Integrasi sistem itu menggunakan jaringan pita lebar 5G serta kecerdasan buatan demi meningkatkan aspek keselamatan bagi seluruh pelanggan.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Huawei di Stasiun Tanah Abang, Jakarta. Penjajakan strategis tersebut turut menggandeng PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) guna menyediakan fasilitas akses internet cepat bagi penumpang.

“Kolaborasi ini kami arahkan untuk memperkuat keselamatan, meningkatkan kinerja operasional, dan menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi pelanggan. Dengan pemanfaatan 5G dan AI, KAI mempercepat respon operasional, memperkuat sistem komunikasi, serta membuka ruang layanan digital di dalam perjalanan. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong KAI menuju operator perkeretaapian berkelas dunia yang andal dan terintegrasi,” ujar Bobby.

Kolaborasi internasional ini mencakup pengembangan fasilitas operasi kereta api (fasopka) yang menggunakan sistem integrasi berbasis teknologi digital modern. Penerapan teknologi pendukung lainnya diarahkan pada konsep stasiun pintar demi efisiensi kinerja serta peningkatan kualitas manajemen operasional perusahaan.

Transformasi sistem komunikasi lama beralih menggunakan teknologi Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) untuk meminimalkan segala risiko kecelakaan. Modernisasi sistem secara berkelanjutan tersebut mampu menguatkan standar keamanan serta kenyamanan bagi pelanggan transportasi kereta api di Indonesia.

“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,” ujar Bobby.

Layanan angkutan jarak jauh serta lokal menunjukkan kenaikan partisipasi publik yang signifikan sepanjang periode Januari hingga Maret. Capaian operasional KAI Commuter tetap menjadi tulang punggung mobilitas warga dengan volume pengguna mencapai seratus satu juta orang.

“Setiap hari, jutaan masyarakat mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,” ujarnya.

Pengguna LRT Jabodebek turut menyumbang tren positif melalui angka kenaikan pelanggan yang menyentuh 22,10 persen. Transportasi kereta api bandara serta operasional layanan jalur kereta Sumatera Selatan juga mengalami pertumbuhan jumlah pelanggan secara stabil.

Volume angkutan tertinggi diraih unit kereta wisata melalui capaian angka pertumbuhan operasional yang melonjak di atas 110,10 persen. Penggunaan angkutan modern Whoosh serta pembukaan jalur Sulawesi ikut memberikan dampak terhadap penguatan konektivitas wilayah secara meluas.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan pernyataan mengenai komitmen pengembangan transformasi teknologi digital dalam layanan perkeretaapian. Penguatan basis ekosistem data tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan hingga mampu bersaing pada tingkat kancah global.

“Kolaborasi ini membawa KAI melangkah lebih jauh dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat keselamatan, meningkatkan kecepatan respon operasional, dan menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi pelanggan. Dengan 5G dan AI, setiap perjalanan kami dorong menjadi lebih andal, lebih efisien, and semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat ke depan,” kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....