KA BIAS Layani 208 Ribu Penumpang selama Triwulan I 2026

  • 15 Apr 2026 00:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI mencatat kenaikan jumlah penumpang Kereta Api Bandara Adi Soemarmo sebesar 31 persen.
  • Tarif perjalanan yang terjangkau mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Tengah.
  • Masyarakat banyak menggunakan layanan kereta api untuk menjangkau stasiun Madiun serta area bandara.

RRI.CO.ID, Surakarta - Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) mencatat kenaikan jumlah pelanggan pada triwulan pertama. Volume pergerakan penumpang transportasi publik itu menyentuh 208.583 orang sepanjang Januari-Maret 2026.

Capaian itu meningkat dibandingkan data tahun 2025 yang hanya melayani sebanyak 159.092 orang. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan keterangan kinerja tersebut pada Selasa, 14 April 2026.

“KA BIAS selain menghubungkan masyarakat ke bandara, juga menjadi pilihan yang digunakan dalam berbagai aktivitas. Dengan tarif yang terjangkau, layanan ini hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat di kawasan Solo hingga Madiun,” ujar Anne.

Ia menjelaskan pergerakan pelanggan paling tinggi saat ini tercatat ada pada wilayah Stasiun Solo Balapan. Wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat total pergerakan 110.320 pelanggan sepanjang tiga bulan pemantauan layanan.

Perjalanan pada wilayah Daerah Operasi 7 Madiun mencatatkan jumlah 92.390 orang penumpang dalam jalur aglomerasi. Stasiun Madiun sendiri menjadi pusat aktivitas tersibuk yang mampu melayani sebanyak 52.105 orang hingga akhir Maret.

Aktivitas ekonomi pada wilayah Jawa Tengah tercatat stabil dengan tumbuh sekitar 4,9 persen secara tahunan. Wilayah Jawa Timur tumbuh 5,0 persen karena adanya mobilitas penduduk antar kawasan pada setiap lintasan utama.

Harga tiket KA BIAS dibanderol Rp7.000-Rp40.000 agar menjangkau luas kebutuhan aktivitas harian warga masyarakat lokal. Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya turut menjelaskan pentingnya integrasi antar wilayah perlintasan kereta.

“KA BIAS hadir untuk menjaga keterhubungan antarwilayah dalam satu kawasan yang terus berkembang. Setiap perjalanan membawa kemudahan akses, memperkuat aktivitas masyarakat, dan menjaga pergerakan ekonomi tetap berjalan,” ujar Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....